Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi, Ini Cara Turun Kelas Supaya Tak Bebani Keuangan Rumah Tangga

Adapun kenaikan tersebut diatur dalam perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

shutterstock
Kartu BPJS Kesehatan 

TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan yang mana keputusan tersebut justru diambil pada saat pandemi virus corona masih berlangsung di Indonesia.

Adapun kenaikan tersebut diatur dalam perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Disebutkan bahwa kenaikan iuran berlaku bagi peserta mandiri yang terdiri dari Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP).

 Berikut rincian kenaikan iuran untuk peserta mandiri kelas I, II, dan III.

Dapat Pawisik, Meme Bukit Gelar Doa Bersama Berharap Pandemi Covid-19 Segera Berakhir

Gelandang Bali United Taufiq Senang Bisa Berlatih Kembali dengan Spaso di Lapangan Trisakti Legian

Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 Bali Bagikan Ratusan Makanan Gratis ke Masyarakat Terdampak

- Kelas I: Iuran peserta mandiri kelas I naik menjadi Rp 150.000, dari saat ini Rp 80.000

- Kelas II: Iuran peserta mandiri kelas II naik menjadi Rp 100.000, dari saat ini Rp 51.000

- Kelas III: Iuran peserta mandiri kelas III naik menjadi Rp 42.000, dari saat ini Rp 25.500.

Diketahui, kenaikan tersebut berlaku mulai 1 Juli 2020.

Dari kenaikan yang nyaris dua kali lipat besarannya itu, sejumlah masyarakat pun memilih untuk turun kelas guna meringankan beban keuangan dalam rumah tangga.

Lalu, bagaimana tata cara atau prosedur turun kelas bagi peserta mandiri?

Halaman
123
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved