Corona di Bali

Pembangunan Stage di Pantai Ceningan & Penataan Pantai Belatung Ditunda, Ini Kata Kadispar Klungkung

Kadis Pariwisata I Nengah Sukasta menyampaikan, semua kegiatan fisik di Dinas Pariwisata tahun 2020 ini ditiadakan.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kadis Pariwisata I Nengah Sukasta menyampaikan, semua kegiatan fisik di Dinas Pariwisata tahun 2020 ini ditiadakan. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Sejumlah kegiatan fisik di Pemkab Klungkung, harus ditunda karena diprioritaskan untuk penangnan COVID-19.

Khususunya di bidang pariwisata, ada dua proyek fisik  yang awalnya menjadi prioritas untuk dibangun, namun harus dibatalkan tahun ini.

Kadis Pariwisata I Nengah Sukasta menyampaikan, semua kegiatan fisik di Dinas Pariwisata tahun 2020 ini ditiadakan.

 Ada dua proyek strategis di Dinas Pariwisata yang terpaksa dibatalkan, antara lain proyek pembangunan stage (panggung) di pinggir Pantai Ceningan, Nusa Penida senilai Rp 2,1 miliar dan proyek penataan Pantai Belatung, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan senilai hampir Rp 2 miliar.

Polisi Ringkus Tujuh Pelaku Pengedar Surat Kesehatan Palsu

Terbitkan PP Nomor 17 Tahun 2020, Jokowi Punya Kuasa Pecat PNS

BREAKING NEWS: 800 Pegawai RSD Mangusada Telah Jalani Rapid Test, 4 Orang Hasilnya reaktif

“Proyek penataan Pantai Belatung ditunda, karena semua anggaran difokuskan untuk penanganan Covid-19. Tahun ini di Dinas Pariwisata sama sekali tidak ada kegiatan pembangunan fisik atau penataan objek wisata,” ungkap Sukasta, Jumat (15/4/2020).

Proyek pembangunan stage di Pantai Ceningan sebelumnya diproyeksikan menggunakan sumber anggaran APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 .

Sedangkan proyek penataan Pantai Belatung yang juga sudah tertunda sejak tahun lalu, menggunakan APBD Kabupaten Klungkung

" Meski kegiatan fisik ditunda serta anggran harus digeser,  tapi pemeliharaan dan penataan objek wisata  tetap dilakukan," jelas Sukasta.

Misalnya seperti destinasi yang telah jadi seperti Kerta Gosa, Monumen, maupun Goa Lawah, pemeliharaan dilakukan dengan sebatas melakukan penataan taman.

 Menurut Sukasta, meski jumlah kunjungan wisatawan hampir tidak ada serta sementara tidak ada retribusi dari Pariwisata, namun  objek wisata tidak boleh terlantar.

Dalam seminggu ini, pegawai di Dinas Pariwisata sibuk menanam (bunga) dan menata taman objek wisata.

 Bibit diambil sendiri di tempat pembibitan Dinas Pariwisata, yang bisa dipotong lalu ditanam kembali. Sebagian ada minta di Dinas Lingkungan Hidup

Ternyata Nama Asli Sule Bukan Entis Sutisna, Inilah Nama Asli dan Asal-usul Nama Komedian Sule

Berhubungan dengan Kehidupan dan Kematian, Inilah 5 Alasan Hospital Playlist Jadi Tontonan Wajib

BST 158 KPM di Kelurahan Kesiman Denpasar Dicairkan

"Saya sudah seminggu, setiap hari kerja bakti bersama staf. Pendapatan dari retribusi pariwisata sama sekali tidak ada, bukan berarti pemeliharaan objek wisata berhenti begitu saja," jelas Sukasta. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved