Corona di Bali

PKM Denpasar: Foto Kerumunan di Pos Penatih Viral, Begini Penjelasan Pemkot Denpasar

PKM Denpasar: Foto Kerumunan di Pos Penatih Viral, Begini Penjelasan Pemkot Denpasar

Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Suasana pos terpadu PKM di Jalan Trengguli, Penatih, Denpasar, Jumat (15/5/2020) pada pagi dan sore hari. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Hari pertama pelaksaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Denpasar, sempat terjadi kerumunan dan kemacetan pengendara khususnya di Pos Terpadu Jalan Trengguli, Penatih, Jumat (15/5/2020). 

Pemerintah Kota Denpasar melalui Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai menjelaskan, kemacetan dan kerumunan yang terjadi di Penatih disebabkan karena jalan di Penatih sempit.

Selain itu, banyaknya kendaraan yang melintas di sana karena pengendara yang datang dari utara kebanyakan melalui jalur penatih

"Memang tadi itu kan kami evaluasi karena hari pertama, dan itu kan hanya terjadi di penatih saja. Kalau di kebo iwo dan uma anyar kan lancar. Di penatih kan memang sempit jalannya ternyata banyak orang masuk lewat jalur sana. Mungkin menghindari uma anyar ternyata disana terjaring," kata Dewa Rai saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Sementara itu, dari pagi sampai sore pelaksanaan PKM, terdapat 29 orang yang masuk ke Kota Denpasar tanpa menggunakan masker, 82 orang yang masuk dengan tujuan tidak jelas, dan 53 orang di tes rapid.

"Hasil penerapan PKM Hari ini ternyata masih ada yang masuk ke Denpasar tidak menggunqkan masker. Kami sudah pulangkan,  termasuk yang datang dengan tujuan tidak jelas juga dipulangkan," kata Dewa Rai.

Sore tadi, Dishub Denpasar bersama tim gabungan telah melaksanakan rapat evaluasi terkait penerapak PKM di Denpasar. Dewa Rai menjelaskan, hasil rapat evaluasi tadi yakni mulai besok penerapan PKM bakal diselektifkan lagi. Artinya, tidak semua pengendara akan di setop atau diperiksa petugas. 

"Contoh misalnya petugas lebih banyak dilibatkan. Misalnya seperti razia polisi, kan bisa selektifkan mana yang dicurigai, umpamanya tanpa masker kan langsung kita cek. Cek suhu tubuhnya kalau panas kami cek rapid langsung, begitu," jelas Dewa Rai yang juga selaku Kepala Bagian Humas Pemkot Denpasar itu.

Mengingat banyaknya masyarakat yang mengeluhkan adanya PKM ini, menurut Dewa Rai, Pemkot Denpasar bakal terus mengevaluasi pelaksanaan seraya menyesuaikan dengan perkembangan kasus covid 19 di Denpasar.

"Memang kami rencanakan untuk evaluasi juga melihat bagaimana kasus itu terjadi. Karena hari ini kami dapat laporan bahwa denpasar ada penambahan lagi 2 orang terkonfirmasi positif covid 19. Nah tentu dengan adanya kasus seperti ini semakin sulit kalau kita tidak lakukan pembatasan dan pemeriksaan  orang," kata Dewa Rai.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved