Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Duh, Perempuan Dibakar Hidup-hidup di Area Pasar

Nyawa perempuan tersebut tidak melayang, meski luka bakarnya nyaris 90 persen.

Tayang:
AFP/Getty Images
Ilustrasi- Foto tidak terkait berita. 

TRIBUN-BALI.COM - Warga di Kota Sukabumi, Jawa Barat, mendadak geger. Hal tersebut setelah seorang perempuan dibakar hidup-hidup di area pasar Gudang Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.

Nyawa perempuan tersebut tidak melayang, meski luka bakarnya nyaris 90 persen.

Awal mulanya, korban yang berjalan kaki di sekitar pasar pukul 23.15 WIB mendadak berteriak. Spontan warga yang melihat ada kobaran api berusaha menyelamatkan perempuan tersebut dengan menyelimuti sarung berwarna merah.

Korban saat ditolong juga tidak berhenti istighfar dan menyebut nama Allah. Saat ditemukan kondisi luka bakar korban cukup parah, di bagian wajah dada tangan hingga betis dan kaki.

Detik-detik perempuan yang terbakar tersebut sempat direkam oleh warga dan videonya menjadi viral.

Dalam rekaman video korban masih bisa berkomunikasi dan menyebut nama diduga pelaku dan modus dugaan aksi sadis pembakaran tersebut.

Sebelum dievakuasi oleh petugas kepolisian ke rumah sakit, korban sempat menyebut dibakar oleh perempuan bernama Fina, dan barang-barang miliknya dibawa oleh pelaku.

“Dibakar bensin pak sama Fina,” lirih perempuan yang diketahui berinisial I, kepada warga yang berusaha mengevakuasinya dalam video tersebut.

Seorang saksi yang berada di dekat lokasi kejadian juga membenarkan bahwa perempuan yang dibakar hidup-hidup sempat menyebut nama seseorang.

“Ia korban sempat ngomong ke warga yang menolong dibakar sama Fina,” ujar seorang warga.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo mengaku sudah mengantongi identitas pelaku. Saat ini lokasi ditemukan korban, sudah dipasang garis polisi.

“Sedang dalam pengejaran semoga cepat tertangap,” jelas Wisnu kepada wartawan di lokasi kejadian.

Pihak RSUD Kota Sukabumi menyebut perempuan yang dibakar tersebut mengalami luka bakar hampir di seluruh tubuh. Namun kondisi pasien dalam keadaan sadar tetapi tidak bisa berkomunikasi.

"Pasien sadar hanya tidak bisa berkomunikasi," ujar Ketua Tim Informasi RSUD Dr Syamsudin Kota Sukabumi, Muhammad Yusuf.

Pihak rumah sakit kata Yusuf belum mengetahui penyebab dari luka bakar korban, apakah disiram menggunakan bensin atau tidak.Keluarga korban lanjutnya juga belum ada yang menjenguk ke rumah sakit.

"Alamatnya belum diketahui," ujarnya.

Seorang pedagang bernama Apud menyebut lokasi sekitar kejadian sangat sepi saat malam hari. Lokasi kejadian juga biasanya dipergunakan untuk menyimpan ikan.

"Kalau malam sepi, baru saat ada orang yang teriak warga keluar. Tahu-tahu ada kobaran api," ujar pedagang bernama Apud. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved