Corona di Bali

Meski Karantina Wilayah Banjar Serokadan Bangli Berakhir, Warga Masih Harus Waspadai Transmisi Lokal

Masa isolasi selama 14 hari pun diharapkan membawa hikmah positif tersendiri bagi warga Desa Abuan dan menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Suasana test masal di Banjar Serokadan belum lama ini 

“Kemungkinan tetap ada, karena mereka yang datang selaku imported case tetap berpotensi memberikan dampak kepada masyarakat sekitar, untuk menjadi transmisi lokal. Sehingga inilah yang menjadi atensi khusus setelah masa karantina wilayah selesai. Pengawasan ini tetap harus dijalankan. Karenanya wilayah Banjar Serokadan, Banjar Abuan, dan Banjar Sala tetap menjadi atensi dengan pengawasan secara intens dari pihak satgas gotong royong desa,” terangnya.

Mantan Camat Kintamani itu menambahkan, untuk mengantisipasi terjadinya transmisi lokal, pihak satgas telah menetapkan bagi setiap orang yang datang harus mengikuti pola karantina lagi selama 14 hari.

Walaupun diketahui yang bersangkutan sudah di swab, ataupun telah menjalani karantina dari pemerintah.

Mereka yang menjalani proses karantina juga dibebaskan sementara dari kegiatan adat.

Disinggung terkait wilayah lain yang berpotensi untuk dilakukan karantina wilayah, Dirgayusa mengaku hingga kini belum ada.

Pasalnya karantina wilayah didasari dari perkembangan kasus transmisi lokal.

“Sementara ini masih cukup dengan tracking dari setiap temuan kasus. Belum sampai ke tahap karantina wilayah,” ucapnya. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved