Breaking News:

Beban Utang Luar Negeri Indonesia Meningkat, Per Akhir Kuartal I Tembus US$ 389 Miliar

Kalau dilihat data di tiap kuartal pertama dari tahun 2017 hingga 2020, memang angkanya berada di kisaran 25%-30%.

kompas.com
Ilustrasi - rupiah dan dollar 

Ia juga melihat, bahwa peningkatan ini tak serta merta akibat wabah Covid-19.

"Kalau dilihat data di tiap kuartal pertama dari tahun 2017 hingga 2020, memang angkanya berada di kisaran 25%-30%. Jadi kenaikan ini masih bisa dibilang wajar," ujar Eric, Minggu (17/05/2020).

Eric justru menyoroti DSR pada kuartal IV-2019 yang malah di luar pola.

Menurutnya, ini disebabkan oleh adanya penerimaan yang besar dari current account di kuartal terakhir tahun lalu.

Menurutnya, bila ingin DSR turun, Indonesia harus bisa meningkatkan penerimaan dari neraca transaksi berjalan.

Itu berarti, penerimaan dari ekspor barang dan jasa juga mesti meningkat.

Sayangnya, ia melihat hal ini juga memiliki tantangan.

Apalagi, kondisi ekspor Indonesia juga banyak dipengaruhi oleh faktor di luar Indonesia.

Jokowi-JK Ogah Utang Luar Negeri

"Ya, ekspor banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal yang bahkan berada di luar kendali pemerintah," ujarnya.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, peningkatan DSR Tier-1 pada kuartal I-2020 disebabkan oleh pembayaran pokok dan bunga ULN jangka panjang yang jatuh tempo pada bulan Maret 2020 yang sebesar US$ 2 miliar.

Halaman
123
Editor: Kambali
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved