Bulan Ramadan, Organisasi Islam Kecamatan Gerokgak Bagikan Takjil Gratis

Bulan Ramadan, Organisasi Islam Kecamatan Gerokgak Bagikan Takjil Gratis

istimewa
Panitia program bagi-bagi takjil gratis oleh beberapa organisasi dan komunitas di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, Minggu (17/5/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Beberapa organisasi dan komunitas di Kecamatan Gerokgak, Buleleng Bali bersama-sama membuat satu program bagi-bagi takjil gratis yang diadakan di Jalan Seririt Gilimanuk tepatnya di dekat MTsN Buleleng, Minggu (17/5/2020) sore.

Beberapa yang terlibat diantaranya ialah MWC NU Kecamatan Gerokgak,
Muslimat, Fatayat, Anshor, Banser, Komunitas Al - Lail, Kelompok Tani Ternak Sari Makmur, dan Taman Baca Rumah Kaca.

"Takjil ini merupakan suatu gerakan yang awal mulanya itu berawal dari ide komunitas Al-lail, nah setelah itu saya dan Lukman Hakim ketua Anshor Kecamatan Gerokgak membicarakan ini," kata Fani Haryadi, Pendiri Komunitas Taman Baca Rumah Kaca saat dihubungi Tribun Bali, Minggu (17/5/2020).

Pembicaraan mereka berdua membuahkan hasil, beberapa pentolan dari masing-masing kelompok menyetujui kegiatan bagi-bagi takjil secara gratis.

"Kita memang tidak bisa melakukan setiap hari, namun kita juga ingin melakukannya meski hanya sekali di bulan suci Ramadan. Kita bersatu bersama-sama tujuannya mencari berkah dalam kebaikan di bulan Ramadan. Mereka menyetujui itu," papar Hery.

Sementara Lukman Hakim, Ketua Anshor Kecamatan Gerokgak bersedia jika halaman depan rumahnya yang berada di Banjar Dinas Yehbiyu, Desa Patas dijadikan lokasi stand takjil karena dinilai setrategis berada di dekat jalan raya.

Ada ratusan takjil yang dibagikan ke seluruh masyarakat, takjil yabg berupa bingkisan berisi, bubur, kolak, dan aneka jajan basah itu dibeli dari sebagian warung penjual takjil agar rezekinya juga mengalir ke mereka.

"Kalau berapa bungkusnya kita gak tahu, tapi sampai ratusan. Kita juga tidak ingin pedagang takjil merasa tersaingi, mangkanya kita beli takjil mereka lalu kita bagikan. Ada 4 sampai 5 warung yang dibeli," papar Lukman.

Namun begitu, tidak semua yang dibagikan adalah hasil beli jadi, mereka juga membuat aneka menu takjil di dapur Ramadan milik komunitas Al-lail," tuturnya.

Sebagai yang mewakili, Hery dan Lukman merasa sangat puas terkait programnya ini, mereka merasa senang karena telah berbagi di bulan yang penuh berkah ini. (*)

Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved