Corona di Bali

Disebut Punya Keunggulan Khusus, Desa Adat Jadi Garda Terdepan Tanggulangi Covid-19 di Bali

Setelah Pemprov Bali mengklaim sebagai daerah terbaik di Indonesia yang menangani Covid-19, desa adat mendapatkan banyak pujian

Humas Pemkot Denpasar
Antisipasi Penyebaran Covid-19, Desa Adat Intaran tutup akses menuju Pantai Mertasari hingga Pantai Segara Ayu. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menempatkan desa adat sebagai garda terdepan dalam penanganan pandemi virus Corona Covid-19.

Hal itu dilakukan dengan adanya instruksi dari Gubernur Bali Wayan Koster yang mewajibkan desa adat untuk membentuk Satuan Satgas Gotong Royong Penanggulangan Covid-19.

Kini setelah Pemprov Bali mengklaim sebagai daerah terbaik di Indonesia yang menangani Covid-19, desa adat mendapatkan banyak pujian.

Bahkan pujian tersebut langsung datang dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati.

Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali I Gusti Ketut Kartika Jaya Seputra mengatakan, Bali memang memiliki dua desa, yakni desa dinas dan desa adat.

Tanpa bermaksud mengesampingkan kekuatan desa dinas, dirinya menyebutkan ada berbagai keunggulan yang dimiliki desa adat.

Keunggulan tersebut, yakni adanya krama dan budaya Bali serta kekuatan orisinalitas lainnya.

Kekuatan inilah yang menjadi basis desa adat yang dipakai untuk penanganan pandemi Covid-19.

"Saya kira tidak ada daerah di Indonesia seperti Bali. Nah, oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Bali melalui melalui desa adat itu, nah ini yang dipakai sekarang untuk penanganan Covid-19," katanya saat dihubungi Tribun Bali, Minggu (17/5/2020) malam.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved