Harga Telur di Bangli Anjlok Jelang Lebaran 2020

Jelang hari raya Lebaran 2020, harga sejumlah kebutuhan pangan di Bangli justru mengalami penurunan

Dok Bangli
Peternakan ayam milik Kadek Budiartawan di Bangli, Bali, Minggu (17/5/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Jelang hari raya Lebaran 2020, harga sejumlah kebutuhan pangan di Bangli justru mengalami penurunan.

Sebut saja telur ayam, dimana saat ini harganya menyentuh Rp 14 ribu per kilogram.

Salah satu peternak ayam petelur, I Kadek Budiartawan mengungkapkan, sejatinya jelang hari raya Idul Fitri 2020 harga telur cenderung mengalami peningkatan.

Hal ini tidak terlepas dari tingginya permintaan, khususnya dari Nusa Tenggara Barat (NTB) maupun Nusa Tenggara Timur (NTT).

Namun demikian, lanjutnya, sekitar bulan Maret 2020 permintaan telur ayam mulai mengalami penurunan.

Puncaknya memasuki awal bulan Mei 2020 ini, dimana harga telur mengalami penurunan tajam.

“Normalnya harga telur Rp 21 ribu, namun sekarang sudah menyentuh Rp 14.800 per kilogram. Padahal jika mendekati hari raya, biasanya harga telur sedang tinggi-tingginya yakni di kisaran Rp 23 ribu hingga Rp 24 ribu per kilogram,” katanya Minggu (17/5/2020).

Menurut peternak asal Desa Tiga, Susut itu, penurunan harga telur tidak terlepas dari wabah virus Corona yang merebak sejak beberapa bulan terakhir.

Kondisi ini dinilai berpengaruh terhadap aktvitas pada hari raya Lebaran 2020.

“Hajatan masyarakat muslim ketika Lebaran kemungkinan tidak ada, hanya perayaan di rumah saja. Sehingga tingkat konsumsi telur di masyarakat juga rendah,” ucap dia.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved