Corona di Bali

Melihat Peran Desa Adat di Bali Tangani Pandemi Covid-19 Hingga Dapat Pujian dari Presiden Jokowi

Selama ini desa adat di Bali selalu berjibaku dalam upaya penanganan pandemi Covid-19 di Bali

Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Pecalang Banjar Sumuh, Desa Adat Denpasar melakukan penjagaan di wilayahnya, salah satunya di areal simpang enam. Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam pencegahan penyebaran pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Dalam penjagaan tersebut mereka mengimbau kepada masyarakat yang keluar rumah dan memasuki wilayah Banjar Sumuh untuk memakai masker. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Minggu (17/5/2020) pagi, beberapa pecalang berjaga di Simpang Enam, tepatnya di pintu masuk Jalan Pulau Misol, Denpasar, Bali.

Para pecalang Banjar Sumuh, Desa Adat Denpasar itu, berjaga guna memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan penyebaran pandemi virus Corona Covid-19.

Setiap pengendara yang keluar rumah dan memasuki wilayah Banjar Sumuh diwajibkan memakai masker.

Upaya Banjar Sumuh, Desa Adat Denpasar itu, hanya salah satu dari 1.493 desa adat di Bali yang berupaya dalm mencegah penyebaran Covid-19.

Selama ini desa adat di Bali selalu berjibaku dalam upaya penanganan pandemi Covid-19.

Bahkan setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengklaim sebagai provinsi terbaik di Indonesia dalam penanganan Covid-19, desa adat tak henti-hentinya mendapatkan pujian.

Tak hanya oleh Gubernur Bali Wayan Koster, pujian juga disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati.

Di tengah upaya desa adat berjibaku dalam penanganan Covid-19, peranan pecalang tak bisa diabaikan begitu saja.

Bahkan komponen pecalang di desa adat menjadi yang paling aktif dalam upaya mengatasi pandemi ini.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved