Corona di Bali

Pemeriksaan Hanya Beberapa Jam, Banyak yang Lolos Saat Pelaksanaan PKM, Ini Kata Pemkot Denpasar

Dalam tiga hari pelaksanaan PKM Denpasar banyak sorotan dari masyarakat, mulai penumpukan kendaraan hingga kendaraan bebas lalu lalang tanpa penjagaan

Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Suasana pos terpadu PKM di Jalan Trengguli, Penatih, Denpasar, Jumat (15/5/2020) sore pukul 17.30 wita. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tiga hari sudah Pemkot Denpasar menerapkan Perwali Nomor 32 tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

Dalam tiga hari ini banyak sekali sorotan dari masyarakat, mulai dari penumpukan kendaraan pada hari pertama, beberapa pos lengang tanpa penjagaan pada jam-jam tertentu, pemeriksaan pengendara hanya dilakukan beberapa jam setiap shift-nya, serta molornya waktu mulai pemeriksaan di pos perbatasan.

Pantauan Tribun Bali di lapangan, pemeriksaan kendaraan pada pos perbatasan hanya dilakukan pada rentang waktu 1 - 2 jam pada setiap shift.

Bahkan di beberapa pos penjagaan, pemeriksaan molor dari waktu seharusnya yang dimulai pukul 07.30 Wita, ada pos yang memulai pemeriksaan pukul 09.00 Wita.

Seperti yang terjadi di Pos Biaung atau pos 6, Minggu (17/5/2020).

Setelah dilakukan pemeriksaan pengendara selama 1 - 2 jam, kendaraan bebas lalu lalang tanpa penjagaan, dan petugas berdalih setelah pemeriksaan tersebut tetap dilakukan pemantauan pengendara tak bermasker.

Terkait hal tersebut, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai dikonfirmasi Minggu (17/5/2020) siang, mengatakan pelaksanaan PKM bukan hanya fokus pada penjagaan di perbatasan.

 Namun, yang terpenting melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya melakukan protokol kesehatan.

Terkait pemeriksaan yang singkat, pihaknya mengatakan hal itu hanya sebagai sampling saja.

Hari Ke-3 PKM di Pos Biaung Denpasar Molor 1.5 Jam, Ini Alasannya Hingga Satu Pemudik Lolos

PKM Mendapatkan Sorotan Tajam dari Masyarakat, Pengamat Hukum Unud : Biarkan PKM Berjalan Dulu

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved