Wiki Bali

WIKI BALI - Kisah Rita Proboweni, Saat Lebaran Terima Orderan Kue Kering Hingga 250 Toples

Rita Proboweni Pemilik Usaha Kue Kering Homemade Khas Lebaran, Saat Lebaran Terima Orderan Hingga 250 Toples

Dok.Rita Proboweni
Rita Proboweni tengah membuat kue kerong khas Lebaran, Minggu (17/5/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Rita Proboweni adalah salah satu pengusaha kue kering home made di Kota Denpasar yang telah  menekuni industri rumahan kue kering sejak 5 tahun lalu.

Industri rumahan kue keringnya bernama ‘Rita Cookies’.

Beralamat di Gang Mekarsari, Jalan Tukad Buaji, Sesetan, Denpasar, Bali.

Sebelum menekuni industri rumahan kue kering tersebut, Rita berprofesi sebagai penyanyi.

Namun, setelah pensiun dari profesinya, ia memilih menekuni industri rumahan kue kering sejak tahun 2015 silam.

Lafal Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga, Tata Cara dan Besaran Zakat Fitrah

Viral Aksi Pedagang di Malang Buang & Bagikan Gratis Sayuran karena Tak Laku Dijual di Tengah Corona

Tayangkan Adegan Sensitif, Drama The King: Eternal Monarch Dapat Peringatan Keras dari KCS

“Awalnya ini adalah usaha sampingan saat saya masih berprofesi sebagai penyanyi di hotel-hotel. Saat saya berhenti sebagai penyanyi, akhirnya saya menekuni usaha kue kering ini sudah 5 tahun yang lalu,” cerita wanita asal Probolinggo ini kepada Tribun Bali, Sabtu (16/5/2020).

Aneka ragam kue kering diproduksi Rita, yaitu nastar, kastengel, sagu keju, semprit, putri salju, dan chocochips.

Rita pun memasarkan kue keringnya tersebut secara offline melalui nomor telp 0812-3644-7520 atau 0878-3644-1737, dan online di media sosialnya.

Ia menceritakan bahwa industri rumahan kue keringnya tidak hanya aktif berjalan saat menjelang Lebaran saja, melainkan juga setiap hari. 

 “Ada saja pesanan mbak. Saya selalu ada persediaan untuk kue keringnya. Saya pasarkan secara online atau offline dengan teman-teman majelis taklim. Saya pasarkan di Denpasar saja. Karena kalau keluar Denpasar pengiriman masih susah” terangnya.

Dalam membuat kue kering, Rita dibantu oleh 3 orang yaitu anak perempuannya dan dua orang tetangganya.

Kue keringnya itu dijual melalui online dan offline untuk chocochips dengan harga Rp 40.000/200 gram, nastar Rp 60.000/275 gram, kastengel Rp 65.000/275 gram, sagu keju Rp 70.000/300 gram, semprit Rp 60.000/300 gram, dan putri salju Rp 60.000/275 gram.

Jika saat lebaran tiba, Rita biasanya mampu menerima orderan kue kering sebanyak 200 hingga 250 toples.(*).

Penulis: Noviana Windri
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved