Wiki Bali

WIKI BALI - Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19, Omzet Usaha Kue Kering di Denpasar Ikut Garing

Sejak merebaknya pandemi virus Corona atau Covid-19, membuat perputaran roda ekonomi dari berbagai sektor ikut seret.

Dok.Rita Proboweni
Rita Proboweni tengah membuat kue kerong khas Lebaran, Minggu (17/5/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menjalang Hari Raya Idul Fitri, para pengusaha kue kering biasanya kebanjiran orderan.

Namun, sejak merebaknya pandemi virus Corona atau Covid-19, membuat perputaran roda ekonomi dari berbagai sektor ikut seret.

Termasuk industri rumahan yang membuat kue kering khas Lebaran yang biasanya kebanjiran orderan ketika Lebaran semakin dekat.

Rita Proboweni adalah salah satu pengusaha kue kering home made di Kota Denpasar yang telah  menekuni industri rumahan kue kering sejak 5 tahun lalu.

WIKI BALI - Kisah Rita Proboweni, Saat Lebaran Terima Orderan Kue Kering Hingga 250 Toples

Lafal Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga, Tata Cara dan Besaran Zakat Fitrah

Viral Aksi Pedagang di Malang Buang & Bagikan Gratis Sayuran karena Tak Laku Dijual di Tengah Corona

Industri rumahan kue keringnya bernama ‘Rita Cookies’, beralamat di Gang Mekarsari, Jalan Tukad Buaji, Sesetan, Denpasar, Bali.

 “Lebaran tahun sebelumnya biasanya pesanan meningkat. Karena kondisi seperti sekarang, jujur saja makin berkurang banyak omzetnya,” ungkapnya, Sabtu (16/5/2020).

Diakuinya, Lebaran tahun ini membuat omzet pesanan kue keringnya pun ikut garing.

Jika biasanya saat menjelang hari raya Idul Fitri tahun sebelumnya, pesanan kue kering bisa mencapai 200 hingga 250 toples kue kering.

Saat ini, Rita hanya menerima pesanan sebanyak 100 toples kue kering.

Halaman
12
Penulis: Noviana Windri
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved