Breaking News:

Liputan Khusus

Akui Ada Rasa Takut Terpapar Covid-19, Pecalang di Desa Adat Denpasar Ini Rajin Konsumsi Jahe

Ketua Pecalang Desa Adat Sanur, Denpasar, Bali, I Gusti Ngurah Bagus, menyatakan para anggotanya melakukan penjagaan selama 24 jam di wilayahnya.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi pecalang 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Ketua Pecalang Desa Adat Sanur, Denpasar, Bali, I Gusti Ngurah Bagus, menyatakan para anggotanya melakukan penjagaan selama 24 jam di wilayahnya.

Penjagaan selama sehari penuh itu dilakukan secara bergantian.

Pada pagi hari, dirinya mengerahkan sebanyak enam orang anggota untuk berjaga.

Sedangkan ketika sore dan malam masing-masing empat orang. Penjagaan dilakukan di pintu masuk pantai guna mencegah adanya kunjungan wisatawan.

Sebagai manusia biasa, Ngurah Bagus mengakui sebenarnya ada ketakutan di dalam melakukan penjagaan terkait Covid-19.

Sebagai garda terdepan, mereka tentunya juga rentan terkena virus Corona.

Desa Adat di Bali Garda Terdepan Penanganan Covid-19, Tapi Kena Realokasi Anggaran

Desa Adat di Bali Berjibaku Tangani Covid & Pecalang Jadi Tenaga Relawan Sejati Hingga Dipuji Jokowi

Pernah Mimpi Hamil? ini Arti Mimpi yang Berhubungan dengan Kehamilan

Namun di tengah rasa takut itu, dirinya yakin akan bisa mengendalikan diri sendiri agar tak ikut terpapar.

Terlebih tugas yang dilakukannya sebagai bagian dari tanggungjawab kemanusiaan.

Guna meminimalisir potensi terinfeksi Covid-19, Ngurah Bagus selalu berupaya dalam menjaga sistem imun tubuhnya dan menjaga kesehatan.

Para pecalang di desanya memilih beberapa makanan yang bisa meningkatkan sistem imun tubuh.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved