Badung Inginkan Warganya yang Kena PHK Beralih Jaminan Kesehatan

Dengan program KBS ini, maka warga ber-KTP Badung bisa berobat gratis dengan mendapat layanan kelas tiga.

Istimewa
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Badung, dr. I Nyoman Gunarta 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Warga Badung yang jadi korban PHK srrta warga yang tidak mampu membayar iuran BPJS secara mandiri, mulai pindah ke jaminan kesehatan yang ditanggung pemerintah kabupaten yaitu Krama Badung Sehat (KBS).

Dinas Kesehatan Badung melansir, sudah 8.011 warga Badung yang pindah jaminan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Badung, Nyoman Gunarta mengatakan perubahan kepesertaan dari BPJS menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD dengan program KBS sudah dilakukan warga sejak Maret lalu.

“Kami memang menyediakan anggaran untuk pekerja yang kena PHK dan peserta Mandiri yang tidak mampu melanjutkan pembayaran peserta secara mandiri. Sehingga kami lakukan pembayaran sebagai peserta PBI APBD,” ujar Nyoman Gunarta, Senin (18/5/2020).

Dengan perpindahan ini, Pemkab Badung harus menanggung iuran semua warga yang pindah.

Ia mengatakan di Badung ada 125.000 lebih pekerja penerima upah yang berpotensi beralih kepesertaan dari BPJS ke KBS.

Meski demiikian, ia pastikan hal itu tidak masalah lantaran Badung sudah menyiapkan anggran.

“Selama ini kami kan sudah membayar untuk peserta PBI APBD sebesar Rp 42 ribu per bulan. Untuk anggaran pembayaran ini Badung sudah mengucurkan Rp 336 juta lebih sesuai jumlah warga yang bertambah,” katanya.

Lalu kapan jaminan kesehatan KBS ini aktif untuk peserta yang baru pindah?

Manta Dirut RSD Mangusada Badung itu menjawab akan langsung aktif sebagai PBI APBD.

Halaman
12
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved