Corona di Bali

Bali Belum Bisa Memenuhi Permintaan Pemerintah Pusat Untuk Kembali 'Hidup Normal'

Namun, Gubernur Bali, Wayan Koster masih menunda penerapan kehidupan normal yang diinginkan oleh pemerintah pusat tersebut.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Suasana tampak lengang di kawasan jalan Legian dan Monumen Ground zero, Kuta, Sabtu, (21/3/2020). Hanya terlihat beberapa kendaraan melintas di kawasan tersebut. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah pusat mendorong Provinsi Bali agar masyarakat bisa kembali hidup normal dan beraktivitas di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 ( Covid-19).

Pemerintah pusat menginginkan hal tersebut setelah mencermati dinamika dan data penanganan Covid-19 di Pulau Dewata.

Namun, Gubernur Bali, Wayan Koster masih menunda penerapan kehidupan normal yang diinginkan oleh pemerintah pusat tersebut.

Penundaan itu dilakukan karena masih adanya transmisi lokal.

"Tentu ini tidak bisa kita abaikan," kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra saat konferensi pers melalui virtual di Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali, Senin (18/5/2020) petang.

Menurut Dewa Indra, kebijakan untuk membuka Bali agar masyarakatnya bisa hidup normal seperti sedia kala akan dilakukan jika grafik kasus positif Covid-19 mulai landai atau menurun.

Hanya saja Bali tidak akan langsung dibuka seratus persen, melainkan ada beberapa prioritas tertentu yang akan dibuka.

"Ini tentu sebagai upaya dalam mencegah penyebaran Covid-19, jangan sampai keinginan yang terlalu cepat untuk hidup normal maka membuahkan hasil yang tidak sesuai harapan," kata dia.

Dewa Indra juga mengklaim, bahwa Gubernur Koster telah mempunyai beberapa skema untuk menormalisasi Bali jika memang penurunan kasus khususnya transmisi lokal sudah mulai landai.

"Semuanya sudah dibahas skema-skema itu, tapi tentu tidak semuanya bisa disampaikan hari ini. Karena hari ini masih fokus dalam pengendalian transmisi lokal," tegasnya.

Masyarakat Dituntut Mengadopsi Gaya Hidup Baru 

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah menyampaikan bahwa virus Covid-19 tidak bisa hilang dalam waktu singkat dan menjadi masalah di seluruh dunia.

Oleh karena itu tatanan hidup normal yang baru perlu diterapkan oleh masyarakat.

“Kita harus memiliki komitmen kuat untuk berdampingan dengan situasi seperti ini (pandemi Covid-19). Oleh karena itu kita harus mulai mengubah budaya dasar kita menuju budaya dasar yang baru atau menuju ke kehidupan normal yang baru,” kata Jubir Pemerintah untuk Covid-19, dr. Achmad Yurianto di Jakarta melalui keterangan tertulisnya, Selasa (19/5/2020).

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved