Jelang Idul Fitri Harga Daging Ayam di Klungkung Meroket

Jelang Idul Fitri Harga Daging Ayam Meroket, Komoditi Bumbu Dapur Justru Alami Penurunan Harga

Shutterstock via Tribun Lampung
Ilustrasi daging ayam 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Menjelang hari raya Idul Fitri, sejumlah komoditi di Klungkung mulai mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga yang cukup signifikan terjadi pada komoditi daging ayam.

Kasubag Perekonomian Setda Klungkung Tjokorda Istri Agung Wiradnyani menjelaskan, harga daging ayam ras mulai  harganya dipasaran mengalami kenaikan sebesar  Rp. 10.000/Kilogram.  Awalnya seharga Rp. 28.000/kilogram, awal minggu ini menjadi  Rp. 38.000 per kilogram.

Saat awal-awal pandemi COVID-19 di Klungkung, harga daging ayam sempat mengalami penurunan signifikan. Ini terjadi karena pasokan melimpah karena puncak produksi, sementara tidak ada permintaan dari hotel karena kabanyakan hotel ditutup. Sehingga sempat daging ayam diobral dengan harga murah.

" Saat ini pasokan daging ayam sudah mulai berkurang,  sementara menjelamg idul fitri permintaan mulai meningkat. Sehingga harga daging ayam mengalami kenaikan signifikan," ujar Tjokorda Istri Agung Wiradnyani, Selasa (19/5).

Kenailan harga juga terjadi pada komoditi ikan tongkol. Dari awalnya Rp25.000 per kilogram, menjadi Rp30.00 per kilogram. Komoditas bawang merah sepanjang  minggu  kedua juga terpantau mengalami kenaikan harga  dari  Rp. 42.000,- per kilogram. menjadi Rp. 47.000,- per kilogram.

Menjelang hari raya Idul Fitri ini, ada benerala harga bumbu dapur  mengalami penurunan harga. Misal harga bawang putih sepanjang minggu pertama dan kedua  terus mengalami  penurunan harga. Saat ini harga bawang putih di Klungkung dari Rp. 25.000,- per kilogram turun menjadi Rp.18.000,- kilogram. Serta komoditi cabai rawit merah juga terus mengalami penurunan harga, pada minggu kedua haganya Rp. 18.000,- per kilogram turun menjadi Rp. 17.000,- per kilogram. Cabai merah besar harganya stabil di  Rp. 10.000 per Kilogram.

" Berdasarkan hasil pemantauan harga bumbu-bumbuan seperti cabai rawit merah, cabai merah besar, bawang putih cenderung mengalami penurunan harga karena pasokan ditingkat produsen cukup berlimpah. Sementara cabai merah,   permintaan berkurang karena produksi hanya diserap oleh rumah tangga, sedangkan permintaan oleh restaurant dan rumah makan tidak sebanyak sebelumnya," jelasnya.

Penurunan harga juga terjadi pada komoditi telur ayam ras terpantau mengalami penurunan harga dari Rp 19.000 per kilogram menjadi Rp. 16.000,- per kilogram. Serta komoditi  gula pasir mengalami penurunan hargaharga dari Rp.18.000 per kilogram,  menjadi 15.000 per kilogram.

" Kami pandang perlu adanya perhatian pemerintah terhadap peternak, terutama peternak ayam petelur yang mulai mengalami permasalahan penjualan produksinya. Sementara harga gula pasir mulai mengalami penurunan karena adanya kebijakan produksi gula putih, sehingga kekurangan pasokan gula lokal bisa ditutupi," ungkap Tjokorda Istri Agung Wiradnyani.

Selain itu, beberapa harga komoditi masih stabil yakni Komoditas beras baik yang kualitas premium maupun medium sepanjang minggu ini harganya  terpantau stabil yaitu beras medium Rp.10.000/kg dan beras kualitas premium Rp. 11.000/kg. Harga cabe merah besar stabil Rp. 10.000/kg.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved