Jumlah Pendaftar Kartu Pra Kerja Asal Bali yang Lulus Seleksi 11.152 Orang, Ini Rinciannya

Jumlah pendaftar kartu pra kerja asal Bali yang lulus dari Gelombang satu sampai gelombang tiga sebanyak 11.152 orang.

Website kartu pra kerja - https://www.prakerja.go.id/
Kartu pra kerja 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Dinas Tenaga  Kerja dan ESDM Provinsi Bali menerima hasil penilaian terhadap para pendaftar kartu pra kerja asal Bali.

Jumlah pendaftar kartu pra kerja asal Bali yang lulus dari Gelombang pertama sampai gelombang ketiga sebanyak 11.152 orang.

"Kemarin malam kami baru terima datanya dari Kemenko Perekonomian. Serah terima langsung dengan surat pernyataan. Karena data itu sangat rahasia jadi kami tidak bisa berikan identitasnya, hanya jumlah saja," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Ngurah Arda saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (19/5/2020)

Berdasarkan data yang diberikan, dari 11.152 orang yang lulus tersebut, paling banyak dari Kota Denpasar, yakni sebanyak 3.246 orang.

Update Virus Corona di Buleleng - Pasien Positif Covid-19 Bertambah Dua Orang Akibat Transmisi Lokal

Jelang Lebaran, Din Syamsuddin Ingatkan Umat Islam Konsisten Ibadah di Rumah Selama Pandemi Covid-19

Operasi Pasar Pemkab Badung Sangat Diminati Masyarakat, Barang Kebutuhan Pokok Ludes dalam 2 Jam

Sisanya, dari Kabupaten Badung sebanyak 1.947 orang, dari Buleleng sebanyak 1.564 orang, Klungkung 426 orang, Karangasem 924 orang, Jembrana 493 orang, Gianyar sebanyak 1.208 orang, Tabanan sebanyak 1.010 orang, dan Bangli sebanyak 334 orang

Ida Bagus Ngurah Arda menjelaskan, Disnaker Bali hanya diberikan daftar mereka yang lulus saja dari program tersebut.

 Sedangkan, berapa total pendaftar kartu pra kerja dari Bali  belum ia ketahui.

"Ini daftar yang lulus saja dikasih. Karena mereka kan daftarnya lewat online. Jadi kami tidak tahu. Pusat yang tahu," kata Arda

Mereka yang telah dinyatakan lulus program pra kerja ini, selanjutnya diwajibkan untuk mengikuti langkah selanjutnya, yakni memilih program pelatihan dan mengikuti pelatihan kerja secara online.

"Setelah itu dia berhak menerima insentifnya," kata Arda

Sesuai informasi yang tercantum di website prakerja.go.id, dijelaskan bahwa Kartu Prakerja adalah bantuan biaya pelatihan bagi masyarakat Indonesia yang ingin memiliki atau meningkatkan keterampilannya.

"Ini program pelatihan. Harus ikut pelatihan dulu. Bukan uang tunai secara cuma-cuma. Nanti yang sudah mendaftar dan sudah dinyatakan lolos seleksi, akan dipandu nanti. Nanti diberikan memilih sesuai keinginannya," kata Arda

Uang yang didapatkan oleh para peserta kartu pra kerja memang Rp 3.550.000.

Namun jumlah tersebut akan dipotong sebesar Rp 1 juta untuk biaya pelatihan.

Polres Buleleng Gerebek Judi Tajen, Bebotoh Berhasil Melarikan Diri

Termasuk Kelompok Terdampak Covid-19, Sopir Bus di Jembrana Dibantu Paket Sembako

Jelang Idul Fitri Harga Daging Ayam di Klungkung Meroket, Harga Komoditi Bumbu Dapur Justru Turun

 Jadi uang bersih yang akan didapatkan hanya Rp 2.550.000.

Pun dana tersebut tidak cair sekalian, alias diberikan setiap bulan Rp 600 ribu selama empat bulan.

" Pelatihannya karena covid dilakukan secara online. Itu akan dibayar sebesar Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan. Kan Rp 1 juta untuk biaya pelatihan. Rp 600 ribu per bulan selama 4 bulan pasca pelatihan setelah mendapatkan sertifikat. Sama Rp 50 per pengerjaan kepesertaan kali 3, Jadi Rp 3.550.000. Mungkin yang satu juta itu dipotong langsung dari kas negara ke penyelenggara pelatihan kerja," kata Arda

Yang masuk ke kantong yang bersangkutan Rp 2.550.000 dan yang Rp 1 juta itu untuk biaya pelatihan.

Langsung mungkin dari kas negara ke lembaga penyelenggara pelatihan. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved