Stimulus Pariwisata Rp 25 Triliun melalui Diskon Hotel dan Restoran Berdampak Jika Cepat dan Tepat

Stimulus ini rencananya diberikan melalui diskon tiket maskapai penerbangan, hotel, restoran hingga voucer makan lewat aplikasi online.

istimewa
ilustrasi - Hotel Le Meridien Jakarta 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Pemerintah telah merancang paket stimulus ekonomi bagi masyarakat kelas menengah atas dengan usulan anggaran sebesar Rp 25 triliun.

Stimulus ini rencananya diberikan melalui diskon tiket maskapai penerbangan, hotel, restoran hingga voucer makan lewat aplikasi online.

Menanggapi kebijakan yang termasuk dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tersebut, Garuda Indonesia (GIAA) masih menunggu rencana detail pelaksanaannya.

"Kami masih menunggu finalisasi detailnya," ungkap Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, Selasa (19/05/2020).

Perekonomian Bali Terpukul Akibat Pandemi Corona, BI: Perlu Sumber Ekonomi Baru Selain Pariwisata

 

Dihubungi terpisah, Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan stimulus ini bisa saja memberi dampak baik yang signifikan bagi sektor dimaksud.

Setidaknya, pasca-Covid-19 perusahaan di sektor tersebut memiliki tambahan likuiditas.

Namun ini harus dilakukan dengan cepat, terukur dan tepat sasaran sehingga dorongan positif ini dapat terlihat dalam jangka waktu dekat.

Namun, selain dengan memberi stimulus tersebut Nico berpendapat pemerintah juga harus mempertimbangkan daya beli masyarakat.

Sebab kondisi ekonomi saat ini pun juga menekan kalangan atas, apalagi yang memiliki bisnis yang sangat terpapar Covid-19.

"Ketika daya beli berkurang, apakah stimulus yang diberikan mampu mendorong orang untuk belanja? Karena di tengah situasi dan kondisi seperti ini, mereka akan cenderung melakukan saving," jelas Nico.

Pemprov Bali Mulai Buka Pembahasan Persiapan Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19

 

Seperti diketahui, stimulus ini diberikan dengan harapan bisa menggenjot konsumsi masyarakat kelas atas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Mengingat data BPS September 2019 lalu menunjukkan kalangan atas menguasai 45,36% konsumsi nasional.

Paket stimulus ini rencananya dilakukan apabila kebijakan PSBB sudah diperlonggar, dengan target terdekat pada separuh kedua tahun ini.

Sejalan dengan selesainya Covid-19, Nico mengatakan sektor yang menjadi sasaran stimulus, yang bakal paling cepat pulih adalah makanan dan minuman alias restoran. (*)

Artikel ini telah tayang di kontan.co.id dengan judul, Stimulus pariwisata Rp 25 triliun berdampak signifikan asal cepat dan tepat sasaran, https://investasi.kontan.co.id/news/stimulus-pariwisata-rp-25-triliun-berdampak-signifikan-asal-cepat-dan-tepat-sasaran

Editor: Kambali
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved