Breaking News:

Corona di Bali

Ancaman Hukuman Mati Jika Selewengkan Anggaran Saat Masa Tanggap Darurat Covid-19

Jika ada pihak yang nekat melakukan penyelewengan anggaran negara saat masa Covid-19, ancaman hukuman yang diberikan hukuman mati atau seumur hidup

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kasi Intel Kejari Klungkung I Gusti Ngurah Anom Sukawinata, didampingi Kasi Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Klungkung, Cok Gede Agung Indrasunu saat ditemui di kantornya, Klungkung, Bali, Rabu (20/5/2020). 

"Ini terus kami awasi, dan komunikasi terus kami lakukan bersama TNI dan Kepolisian," jelasnya.

Menurutnya, yang saat ini relatif cukup sulit diawasi yakni penyaluran bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD).

Sehingga penyaluran BLT-DD inj juga rentan diselewengkan.

Terlebih kebijakan physical distancing, membuat petugas Kejari cukup sulit melakukan pemantauan di lokasi.

"Meski demikian, semua dalam pengamatan kami. Jangan kira kami tidak lakukan pengawasan, hingga ada pihak yang nekat melakukan penyelewengan. Misalnya memotong bantuan langsung tunai yang diterima masyarakat," jelasnya.

Ia juga mengingatkan, sekecil apapun penyelewengan anggaran negara (korupsi) dalam keadaan tanggap darurat seperti saat ini, ancaman hukumannya merupakan hukuman mati.

"Jika ada dugaan penyelewengan bisa segera lapor ke kami, dan kami pasti tanggapi," tegasnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved