Luna Maya Mengaku Sulit Memaafkan Ariel Noah, Sempat Depresi Hingga Perlu Waktu Tahunan

Sahabat Raffi Ahmad itu sempat berpikir apakah orang-orang bakal lebih tenang jika dirinya memilih mengakhiri hidup.

Kolase Instagram/lunamaya dan ariel_inst
Ariel dan Luna Maya 

"Of course at that time gue juga ada pemikiran seperti itu bukan karena gue putus asa, more like kayak, 'Oke kalau dengan gue tidak ada di dunia ini, orang-orang diem enggak ya?'," kata Luna Maya.

Sahabat Raffi Ahmad itu sempat berpikir apakah orang-orang bakal lebih tenang jika dirinya memilih mengakhiri hidup.

"Karena kan gue terima bullying, dihina, diejek, diomongin, so many people so bother dengan keberadaan gue gitu. Kalau dengan gue enggak ada, apa mereka lebih tenang gak ya?," ujarnya.

"Tapi akan menjadi penting adalah bagaimana kita melewati proses gitu aja. Aku berpikir, kalau emang tamat di dunia hiburan yasudah tidak apa," imbuhnya.

 Dalam video lanjutan, Luna Maya kemudian menceritakan proses sampai akhirnya ia bisa ikhlas memaafkan Ariel Noah.

Diungkapkan Luna, ia membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya untuk memaafkan sang mantan.

"Proses memaafkan itu nggak gampang, bertahun-tahun.

Pertama, pasti akan menjadi orang yang bitter dulu. Hidup rasanya berat, kayak punya beban, itu udah pasti, tidur enggak nyenyak," kata Luna.

Merasa hidupnya tak tenang, Luna Maya pun tersadar untuk memaafkan diri sendiri sebelum memaafkan mantan kekasih.

Akhirnya ia berhasil memaafkan Ariel dan perlahan bangkit.

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: TribunNewsmaker
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved