Selundupkan Sabu Lintas Negara, Bunga Ungkap Peran Didik Sebagai Pemilik Sabu

Selundupkan Sabu Lintas Negara, Bunga Ungkap Peran Didik Sebagai Pemilik Sabu

www.klikpositif.com
Ilustrasi sabu 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Didik Sucipto (40) hanya bisa menunduk saat menjalani sidang secara virtual. Kemahiran pria asal Banyuwangi, Jawa Timur ini dalam hal meloloskan diri membawa narkoba beberapa kali ke luar negeri atau dalam negeri berakhir.

Didik ditangkap karena pengakuan anak buahnya sendiri bernama Bunga Septya Erita Putri (terdakwa dalam berkas terpisah).

Demikian terungkap dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat dibacakan di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, kemarin.

Atas perbuatannya, Didik dikenakan dakwaan subsidairitas. Ia dinilai melanggar Pasal 113 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik, dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik.

Dimana dalam dakwaan yang dipasangkan jaksa, terdakwa Didik terancam pidana penjara maksimal 20 tahun penjara.

Terhadap dakwaan jaksa, terdakwa Didik melalui tim penasihat hukum tidak mengajukan keberatan atau eksepsi.

Dengan tidak diajukannya eksepsi, majelis hakim pimpinan I Putu Gde Novyartha menunda sidang.

Sidang akan kembali dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan keterangan para saksi.

Sebagaimana diungkap dalam surat dakwaan, awalnya petugas bandara berhasil mengamankan Bunga di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, 9 Februari 2020, pukul 14.00 Wita.

Saat diamankan dan dilakukan penggeledahan, Bunga membawa lima paket klip sabu seberat 291 gram netto yang disimpannya di celana dalam yang dikenakannya.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved