Prediksi Cuaca di Bali

BMKG Sebut Hujan Berpotensi Masih Akan Terjadi di Bali Hingga Seminggu Kedepan

"Kemarin siklon tropisnya sih sudah mendekati darat harusnya tanggal 20 Mei kemarin sudah mulai menurun intensitasnya. Tapi muncul low pressure

Pixabay
Ilustrasi prakiraan cuaca 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Hujan deras dan angin kencang kembali melanda Kota Denpasar, dan sekitarnya Kamis (21/5/2020) sore.

Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah III Denpasar, Iman Faturahman, hujan masih berpotensi terjadi dalam seminggu kedepan.

"Kemarin siklon tropisnya sih sudah mendekati darat harusnya tanggal 20 Mei kemarin sudah mulai menurun intensitasnya. Tapi muncul low pressure (bibit siklon) baru di Sumatera bagian barat kemarin itu. Bali kena dampaknya, kemungkinan sampai semingguan ini, kami akan terus pantau tiap hari," kata Iman saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Dia menjelaskan, hujan di Bali khususnya Bali selatan masih terjari disebabkan karena beberapa faktor, antara lain karena saat ini sedang masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, kemudian karena suhu udara di permukaan laut memanas antara 26-33 derajat celcius, dan adanya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) pada kuadran 3 yang berkontribusi terhadap pertumbuhan pertumbuhan awan sehingga berpengaruh ke Indonesia dan Bali.

Dari 314 Warga Werdi Buana Badung yang Ikut Rapid Test, 12 Orang Hasilnya Reaktif

Mau Aktifkan Kembali Kepesertaan BPJS Kesehatan, Bisa Lunasi Tunggakan 6 Bulan Dulu

Akibat Penundaan Renovasi Daerah Irigasi, Produksi Beras di Bangli Potensi Berkurang Hingga 550 Ton

Ima menjelaskan, Low pressure atau bibit siklon yang muncul di Sumatera bagian barat itu, kemudian mengggantikan posisinya si siklon sebelumnya.

"itu yang tadinya posisinya low pressurenya di barat laut pulau sumatera sekarang ada di bagian barat sumatera. Ini yang menyebabkan si angin itu berubah arah sedikit bergeser tapi juga masih kencang," kata Iman

Selain itu, bibit siklon tersebut ini ada potensi terbentuk di selatan Jawa.

Bibit siklon inilah yang bergerak ke arah selatan atau ke australia yang diperkirakan berjalan selama seminggu kedepan.

"Nah yang si bibit slikon yang di selatan ini low pressure juga sebenarnya itu kemudian mulai agak memutar. Nah ini akan menyebabkan perubahan arah angin. Kalau berubah arah angin, Kemungkinan yang pertama itu dia akan menyebabkan beberapa wilayah penumpukam awan atau melambatnya angin," terangnya

Selanjutnya, terjadinya penumpukan awan tersebut juga juga berpotensi menimbulkan hujan .(*)

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved