SEDANG BERLANGSUNG Belajar dari Rumah TVRI 22 Mei, SMA Akan Belajar Bisnis Gerabah Bisnis Berubah

Sedang berlangsung program Belajar dari Rumah TVRI, Jumat (22/5/2020), Jalan Sesama: Bencana Alam dimulai pukul 08.00 WIB.

Tribun Bali/Dwi Suputra
Ilustrasi - Jadwal dan link streaming program Belajar dari Rumah TVRI hari ini. 
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Kadek Rika Riyanti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sedang berlangsung program Belajar dari Rumah TVRI, Jumat (22/5/2020), Jalan Sesama: Bencana Alam dimulai pukul 08.00 WIB.
Memasuki libur lebaran, program Belajar dari Rumah gagasan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan TVRI tetap tayang dan menyuguhkan serial menarik dan menghibur untuk siswa.
Hanya saja, pada penayangan khusus libur Lebaran ini penugasan dan soal ditiadakan.
Untuk tingkat SMP/sederajat, kembali dengan Festival Video Edukasi-nya edisi 4 Sekawan yang akan dimulai pukul 09.30 WIB.
Kemudian dilanjutkan dengan Blogger Putih Abu-abu edisi Bisnis Gerabah Bisnis Berubah untuk tingkat SMA/sederajat.
Lebih lengkapnya, berikut jadwal TVRI Belajar dari Rumah libur lebaran, Jumat (22/5/2020):
08.00 - 08.30 WIB (untuk siswa-siswi PAUD dan sederajat)
Jalan Sesama: Bencana Alam
08.30 - 09.00 WIB (untuk siswa-siswi SD Kelas 1-3 dan sederajat)
Si Kumbi Anak Jujur:
- Monster Dur Dur
- Permen Adik
09.00 - 09.30 WIB (untuk siswa-siswi SD Kelas 4-6 dan sederajat)
Anti-Corruption Film Festival:
- Repetisi Ilusi
- Sebuah Nama
09.30 - 10.00 WIB (untuk siswa-siswi SMP dan sederajat)
Festival Video Edukasi: 4 Sekawan
10.00 - 10.30 WIB (untuk siswa-siswi SMA/SMK dan sederajat)
Blogger Putih Abu-abu: Bisnis Gerabah Bisnis Berubah
10.30 - 11.00 WIB (untuk orang tua dan guru)
Keluarga Indonesia:
- Selamatkan Anak Pertama
- Menyelesaikan Perselisihan Secara Adil
- Bukan Sama Rata, Apa Arti Adil dalam Parenting Anak?
Jadwal ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan penyiaran TVRI dan Kemendikbud. Perubahan jadwal akan diinformasikan lebih lanjut.
Dikutip dari Kemendikbud.go.id, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, meyakini perangkat teknologi mampu menjawab tantangan pembelajaran jarak jauh.
Ia melihat ada selisih besar antara siswa yang memiliki akses terhadap teknologi dengan yang tidak.
“Padahal, teknologi memiliki potensi pemerataan akses atau kesempatan mendapat akses yang setara terhadap materi dan pembelajaran yang sama,” katanya pada acara media briefing Adaptasi Sistem Pendidikan selama Covid-19, hasil kerja sama antara Kementerian Luar Negeri, Kemendikbud, dan Ketua Tim Pakar Penanganan Covid-19, di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/5/2020).
Salah satu cara untuk mengatasi keterbatasan sarana pembelajaran, Kemendikbud menggagas Program Belajar dari Rumah (BDR) yang ditayangkan di TVRI. 
Acara ini merupakan salah satu alternatif belajar yang diberikan Kemendikbud untuk membantu banyak keluarga yang memiliki keterbatasan pada akses internet. 
Dengan begitu, harapannya anak-anak memperoleh stimulus untuk terus belajar di rumahnya masing-masing.
Untuk mengukur efektifitas program belajar di televisi, Kemendikbud bersama UNICEF telah melakukan survei untuk mengevaluasi pelaksanaan program Belajar dari Rumah di TVRI sejak ditayangkan mulai 13 April 2020 yang lalu. 
Hasilnya sebanyak 99 persen guru, siswa, dan orang tua, baik di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) maupun non-3T mengetahui adanya program belajar dari Rumah.
Selain itu, sebanyak 94% guru di wilayah 3T pernah menonton program BDR di TVRI.
Di wilayah 3T, frekuensi guru menonton program BDR ini sebanyak 3,2 kali dalam seminggu.
Sementara di wilayah non-3T sebanyak 4,1 kali dalam seminggu.
Dilansir pula dari web resmi tersebut, secara umum, tingkat kesenangan menonton program BDR cukup baik.
Bagi siswa, skor yang didapatkan sebesar 7,8 (skala 1-10) dan bagi orang tua sebesar 8,2.
Sementara itu, tingkat kesenangan guru di wilayah 3T sebesar 7, dan di wilayah non-3T sebesar 7,5.
TVRI menjadi saluran televisi yang paling banyak ditonton siswa selama pembelajaran dari rumah.
Sebanyak 52% responden di wilayah 3T menyatakan menonton lembaga penyiaran publik ini selama masa pembelajaran jarak jauh dari rumah masing-masing.
Sementara itu, sebanyak 78,6% responden di wilayah non-3T menyatakan menonton TVRI selama masa pembelajaran dari rumah.
Kemendikbud saat ini tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait kemungkinan relai program dengan stasiun televisi lokal. Selain itu, Kemendikbud juga sedang mengkaji metode pembelajaran luar jaringan atau offline  lainnya bagi masyarakat 3T yang tidak memiliki televisi.
“Misalnya menggunakan radio, buku, maupun relawan” katanya.
Bagi Tribunners yang tidak dapat menyaksikan program Belajar dari Rumah di televisi nasional, TVRI, Tribunners juga dapat menyaksikannya secara live streaming pada link-link berikut:
Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved