Corona di Bali

Umat Muslim di Klungkung Sepakat Sholat Id di Rumah, Takbir Keliling juga Ditiadakan

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kapolres Klungkung, AKBP Bima Aria Viyasa mengumpulkan tokoh umat muslim, Jumat (22/5/2020) pagi.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kapolres Klungkung, AKBP Bima Aria Viyasa mengumpulkan tokoh umat muslim di Mapolres, Jumat (22/5/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kapolres Klungkung, AKBP Bima Aria Viyasa mengumpulkan tokoh umat muslim, Jumat (22/5/2020) pagi.

Kegiatan ini untuk menyatukan persepsi terkait perayaan Idul Fitri di Klungkung ditengah pandemi COVID-19. Para tokoh muslim di Klungkung pun sepakat, untuk menjanalan kan Sholat Id di Rumah saat perayaan Idul Fitri dan takbir keliling pun ditiadakan.

Pertemuan dengan para tokoh muslim di Klungkung juga dihadiri Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta dan dihadiri Dandim 1610 Klungkung, Letkol Czi Paulus Joni Simbolon serta Ketua PHDI, Putu Suarta.

Dalam pertemuan itu, Kapolres, AKBP Bima Aria Viyasa mengajak agar umat muslim di Klungkung menahan diri untuk melakukan kegiatan yang mengumpulkan banyak umat menjelang hari Idul Fitri.

Gusti Bagus Permana Ternyata Hobi Pelihara Ular Piton Sejak SD, Begini Cerita Saat Lehernya Dililit

Kapan Lebaran 2020? Penjelasan LAPAN dan Link Live Streaming Sidang Isbat Idul Fitri 1441 H di Sini

Hydroxychloroquine Pernah Diklaim Bisa Atasi Covid-19, Ternyata Obat Ini Miliki Efek Samping Serius

Di antaranya agar melaksanakan sholat Idul Fitri di rumah dan tidak menggelar pawai takbir keliling saat malam Idul Fitri karena pandemi Covid 19.

" Perlu kami sampaikan, kegiatan ibadah semua umat juga dibatasi saat masa pandemi seperti saat ini. Bulan ini saha ada ada 29 Pura yang menggelar piodalan dan 32 upacara ngaben di Klungkung. Semua kegiatan umat Hindu tersebut juga dijaga dan ditahan agar tidak dilaksanakan," tegas AKBP Bima Aria Viyasa.

Ia juga menyatakan, polres akan memantau kondisi di lapangan sejak sehari menjelang Idul Fitri.

"Saat Idul Fitri kami akan turunkan personil sejak pukul 5.00 wita, kehadiran polisi bukan untuk menakut-nakuti, tapi lebih pada pengamanan juga serangkaian Operasi Ketupat Agung," tandas Bima Aria.

Perwira melati dua ini juga meminta kepada tokoh muslim agar meneruskan kepada warganya apa yang menjadi kesepakatan serangkaian perayaan Idul Fitri ditengah masa pandemi COVID-19 ini.

Sempat Pingsan Karena Leher Dililit Ular Piton, Gusti Ngurah Bagus Akan Jalani Bayuh Oton

Tak Bisa Bertemu Langsung, Berikut Ide Parsel Lebaran sebagai Pengganti Silaturahmi

Hingga Jumat Pagi, Tim Gabungan Belum Berhasil Temukan Nelayan yang Hilang di Pantai Water Blow

Dalam pertemuan itu, sempat ada beberapa perwakilan menyampaikan aspirasi agar diijinkan melakukan kegiatan di lingkungan sekitar.

Namun dengan tetap meningindahkan protokol kesehatan COVID-19.

Saat itu tetap disepakati untuk mengikuti seruan dari Ormas Islam Provinsi Bali, seperti sholat Idul Fitri di rumah, tidak ada pelaksanaan pawai takbir keliling. Takbiran hanya dilakukan petugas masjid dan sangat terbatas.

" Saya tidak memutuskan, tapi pertemuan tadi sifatnya mengikuti seruan yang sudah dikeluarkan oleh ormas Islam di Bali. Saya sampaikan terima kasih semua pihak sudah ikut peduli dalam penanganan Covid-19," tandas Bupati Suwirta. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved