Amerika Serikat Menambah 33 Perusahaan China Masuk Daftar Hitam, Begini Alasannya

Disebut-sebut, perusahaan dan institusi itu membantu Beijing memata-matai populasi minoritas Uighur.

(ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP )
Presiden AS, Donald Trump 

TRIBUN-BALI.COM- Amerika Serikat ( AS) akan menambah 33 perusahaan China ke dalam daftar hitam (blacklist) ekonomi.

Disebut-sebut, perusahaan dan institusi itu membantu Beijing memata-matai populasi minoritas Uighur.

Langkah Departemen Perdagangan AS menandai upaya terbaru pemerintahan Trump untuk menindak perusahaan yang produknya dapat mendukung kegiatan militer China.

Pemerintahan Presiden Donald Trump  juga menghukum Beijing karena perlakuannya terhadap minoritas Muslim.

"Tujuh perusahaan dan 2 institusi terlibat dalam pelanggaran HAM dan pelanggaran yang dilakukan dalam kampanye penindasan China, penahanan massal sewenang-wenang, kerja paksa, dan pengawasan teknologi tinggi terhadap Uighur" ujar Departemen Perdagangan AS dikutip Reuters, Sabtu (23/5/2020).

Cara Atasi Kolesterol Akibat Makan Tak Terkontrol Saat Merayakan Idul Fitri, Bisa Minum Ini

Keluarga Kim Jong Un Dipercaya Punya Kemampuan Menghilang Karena Kuasai Ilmu Chukjibeop,Ini Faktanya

Keledai Ini Menangis Saat Bertemu Lagi Majikannya Setelah Berpisah Dua Bulan

Sebanyak dua lusinan lembaga baik lembaga pemerintah maupun organisasi komersial ditambahkan dalam daftar hitam karena mendukung pengadaan barang yang digunakan oleh militer China.

Adapun perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar hitam adalah perusahaan yang fokus pada kecerdasan buatan (AI) dan pengenalan wajah (face recognition), di mana perusahaan AS seperti Nvidia Corp dan Intel Corp telah banyak berinvestasi di dalamnya.

Di antara perusahaan daftar hitam itu, nama NetPosa disebut.

NetPosa merupakan salah satu perusahaan AI terkenal di China, yang anak usaha face recognition-nya dikaitkan dengan pengawasan orang muslim.

Kemudian ada Qihoo360, sebuah perusahaan cybersecurity besar yang didepak dari Nasdaq pada tahun 2015.

Halaman
123
Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved