Breaking News:

Akun Palsu di Jepang Akan Disikat Setelah Hana Kimura Diduga Bunuh Diri Karena Bullying

Menteri Takaichi mengecam keras kontributor yang menulis kata-kata fitnah di dinding medsos, twitter yang dibaca Hana.

Editor: Eviera Paramita Sandi
dok-style.tribunnews.com
Hana Kimura, Pegulat cantik Jepang yang keturunan Indonesia 

TRIBUN-BALI.COM, TOKYO - Akun-akun media sosial palsu di Jepang akan segera dihilangkan.

Langkah ini diambil Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, Sanae Takaichi menyusul tewasnya pegulat profesional Jepang Hana Kimura, yang diduga bunuh diri lantaran tertekan akibat dibully di media sosial.

"Kita akan perbaharui peraturan yang nantinya akan memungkinkan menyikat semua akun palsu, minta pertanggungjawaban mereka, terutama apabila ada kasus seperti yang dialami Hana Kimura," ungkar Menteri Sanae Takaichi, Selasa (26/5/2020).

Menteri Takaichi mengecam keras kontributor yang menulis kata-kata fitnah di dinding medsos, twitter yang dibaca Hana.

Hana Kimura Bunuh Diri Diduga Tak Tahan Dibully, 75 Persen Pengguna Medsos Jepang Gunakan Akun Palsu

Hana Kimura, Pegulat Jepang Berdarah Indonesia Meninggal Diduga Bunuh Diri

Hal ini disampaikannya sebelum mengikuti pertemuan kabinet Jepang, Selasa (26/5/2020) pagi.

Selain itu, ia ingin mempercepat proses pengungkapan informasi tentang pengirim, termasuk revisi sistem.

Bulan April, Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi mengadakan pertemuan ahli untuk memulai diskusi tentang memfasilitasi pengungkapan informasi oleh pengirim, sehingga pembuat akun palsu dapat ditelusuri dengan cepat dan dilakukan penuntutan.

"Segala cara memfitnah orang lain secara pengecut dan tidak dapat dimaafkan sebagai pribadi dengan akun palsu. Kita harus segera meningkatkan moral informasi pengguna," kata menteri.

Undang-undang Pembatasan Kewajiban Penyedia menetapkan penghapusan informasi pelanggaran di internet dan prosedur pengungkapan informasi dari pengirim anonim.

"Untuk mencegah fitnah di internet dan untuk menangani kerusakan dengan benar, pengirim perlu mengoperasikan prosedur pengungkapan informasi dengan benar," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved