Batu Padas Dibuat Jadi Goa, Lole Habiskan Uang Miliaran Buka Jalur Adventure di Tampaksiring Gianyar

Ia tertarik mengembangkan wisata adventure di desa kelahirannya bersama seniman lokal disana dengan membuka akses dan merubah tebing menjadi goa

Istimewa
Jalur wisata adventure di Banjar Manukaya Anyar, Desa Manukaya, kecamatan Tampaksiring, Gianyar 

Laporan wartawan Tribun Bali, I Nyoman Mahayasa

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pencinta adventure asal Banjar Manukaya Anyar, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, I Wayan Wigunata  atau kerap dipanggil Lole (36) membuat terowongan dengan panjang 150 meter dengan ukiran relief barong dan cerita mayadanawa,

Ia yang merupakan penghobi off road mempunyai ide sejak 10 tahun yang lalu untuk mengembangkan potensi wisata adventure di Banjar Manukaya Anyar, Desa Manukaya, kecamatan Tampaksiring, Gianyar

Berawal dari kesukaannya menjajal tempat-tempat  yang menantang seperti hutan pegunungan dan berbagai tempat ia telah kunjungi dengan menggunakan motor trailnya.

Ia tertarik mengembangkan  wisata adventure di desa kelahirannya bersama seniman lokal disana dengan membuka akses dan merubah tebing menjadi goa.

Satgas Covid-19 Badung Catat Ada 4 Titik Kasus Transmisi Lokal di Badung, Ini Penjelasan Alit Naya

Diwacanakan Jadi Daerah Percontohan New Normal, Bali Susun Protokol Kesehatan di Berbagai Bidang

Polresta Denpasar Masih Dalami Kasus Kerumunan Massa di Kampung Jawa, 7 Saksi Sudah Dipulangkan

“Tempat ini sangat indah banyak pepohanan dan banyak klebutan (sumber mata air) ada ratusan disini pohon yang rindang tempat yang sejuk dan pemandangan persawahan," kata Lole, Selasa (26/5/2020)

Ukiran  relief mitologi ‘Mayadanawa’ dibuat  di Tebing batu padas hanya menggunakan alat konvensional seperti pahat, kapak,  palu, linggis dan lainnya.

Pahatan itu ia buat bersama  3 seniman local, yang lebih banyak berwujud binatang, membuat relief mitologi ‘Mayadanawa’ sepanjang 150 meter pada tebing batu padas yang berada di dekat hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Pakerisan kawasan Banjar Manukaya Anyar, Desa Manukaya.

Dalam proses pembuatan obyek tersebut tersebut ia harus membuka akses dan merombak areal yang dulunya semak belukar ini menjadi kawasan wisata adventure.

“Disini banyak tukang ukir yang sudah berpengalaman sejak tahun 1980-an berbagai kerajinan ukiran gading, tulang, dan tanduk sudah banyak diproduksi disini,” ucap lole, owner dari Gosek Adventure

Halaman
12
Penulis: I Nyoman Mahayasa
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved