Breaking News:

Virus Corona

Organisasi Kesehatan Dunia Ingatkan Negara-negara yang Alami Penurunan Covid-19 Soal Puncak Kedua

Sejumlah negara mengumumkan penurunan kasus positif infeksi virus corona atau Covid-19.

AFP/FABRICE Coffrini
Sekretaris Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa pada 30 Januari 2020. Tedros mengumumkan status darurat dunia atas virus corona yang hingga saat ini, sudah membunuh 212 orang di China 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUN-BALI.COM, JENEWA - Sejumlah negara mengumumkan penurunan kasus positif infeksi virus corona atau Covid-19

Kendati demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan potensi munculnya 'puncak kedua'. 

Apalagi terlalu cepat untuk mencabut atau melonggarkan pembatasan atau lockdown di negaranya.

Hal itu disampaikan Kepala Program Darurat Kesehatan WHO Mike Ryan, pada Senin (25/5/2020) waktu setempat.

"Dunia masih di tengah gelombang pertama wabah virus corona," ujar Mike Ryan dalam konferensi pers virtual, seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia, Selasa (26/5/2020).

Menurut WHO, di banyak negara, kasus-kasus menurun sebenarnya masih akan meningkat di Amerika Tengah dan Selatan, Asia Selatan dan Afrika.

Kata Mike Ryan, epidemi sering datang bergelombang. Itu berarti, wabah bisa datang kembali akhir tahun ini di negara-negara yang pada gelombang pertama telah surut.

WHO memprediksi, tingkat infeksi Covid-19 bisa naik lagi lebih cepat, jika langkah-langkah pembatasan atau lockdown terlalu cepat dicabut.

"Ketika kita berbicara tentang gelombang kedua secara klasik apa yang sering kita maksudkan adalah akan ada gelombang pertama penyakit dengan sendirinya, dan kemudian kembali muncul pada bulan-bulan kemudian. Dan itu mungkin menjadi kenyataan bagi banyak negara dalam beberapa bulan mendatang," jelas Mike Ryan.

"Tapi kita perlu juga untuk menyadari fakta bahwa penyakit ini dapat melonjak setiap saat. Kita tidak bisa membuat asumsi, hanya karena penyakit ini turun sekarang, itu berarti akan terus turun dan kita perlu bersiap-siap untuk gelombang kedua beberapa bulan mendatang. Mungkin kita akan mendapatkan puncak kedua dalam gelombang ini," kata Mike Ryan.

Lebih jauh ia mengingatkan, negara-negara di Eropa dan Amerika Utara harus "terus menempatkan aturan pembatasan dan social distancing, pengawasan, pengujian dan strategi yang komprehensif untuk memastikan tidak segera menghadapi puncak kedua."

Banyak negara Eropa dan Amerika Serikat telah mengambil langkah dalam beberapa minggu terakhir untuk mencabut lockdown yang membatasi penyebaran penyakit ini. (Reuters/Channel News Asia)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul WHO Ingatkan Adanya ''Puncak Kedua'' di Negara-negara yang Mengalami Penurunan Covid-19, 

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved