Breaking News:

Penemuan Palinggih

BREAKING NEWS Palinggih Ditemukan Tertimbun Material Letusan Gunung Agung Sejak 1963

Palinggih kuno itu masih tampak utuh, walau sempat tertimbun material dari erupsi gunung Agung.

Tribun Bali / Eka Mita Suputra
Palinggih dengan arsitektur klasik ditemukan utuh, setelah tertimbun bertahun-tahun di wilayah Subak Pegatepan,Tempek Pemedilan, Desa Kamasan, Klungkung, Bali, Selasa (26/5/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Sebuah palinggih dengan arsitektur klasik ditemukan di wilayah Subak Pegatepan,Tempek Pemedilan, Desa Kamasan, Klungkung, Bali.

Pelinggih kuno itu ditemukan berdiri utuh, walau sempat terkubur material erupsi gunung agung tahun 1963 silam.

Penemuan palinggih kuno ini berawal dari upaya Klian Pura Puseh Katiagan, Ida Bagus Danendra untuk mencari lima pelinggih yang keberadaannya dekat dengan Pura dan sempat hilang dalam beberapa tahun.

"Saya berusaha cari informasi dari para tetua, bahwa dulu sebelum gunung Agung erupsi tahun 1963 di lokasi ini merupakan alur sungai yang fungsinya sebagai petirtaan. Dulu konon di lokasi ini ada sebuah pelinggih Bedugul," ungkap Klian Pura Puseh Katiagan, Ida Bagus Danendra, Selasa (26/5/2020).

Setelah menperkirakan titik lokasi yang tepat, Ida Bagus Danendra dan 4 orang warga lainnya mulai menggali tanah untuk mencari keberadaan pelinggih tersebut.

Penggalian dimulai Minggu (26/4/2020) lalu.

"Baru Jumat (22/5/2020) lalu palinggih ini kami temukan," jelasnya.

Pertama ditemukan ujung palinggih, di kedalaman sekitar 1,5 meter. Lalu terus digali, sampai semua pelinggih di kedalaman sekitar 4 meter.

Palinggih kuno itu masih tampak utuh, walau sempat tertimbun material dari erupsi gunung Agung.

Dari bentuknya, Danendra memperkirakan palinggih itu dibangun ditahun 1930'an

"Pasca erupsi gunung agung tahun 1963 aliran sungai ini dan petirtaan di sini hilang," jelasnya.

Setelah penemuan palinggih itu, Ida Bagus Danendra langsung berkoorinasi ke Camat Klungkung Komang Wisnuadi.

Lalu kabar itu diteruskan ke Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olag Raga Klungkung.

"Dengan penemuan ini kami koordinasi dengan bersurat BPCB dan Balai Arkeologi. Nanti responsnya bisa saja ada penelitian, sehingga diketahui pelinggih ini buatan tahun berapa," ujar Kabid Cagar Budaya Disbudpora Klungkung, I Wayan Sumerta. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved