Keswan Kesmavet Dinas Kesehatan Jembrana Eliminasi 15 Anjing Liar Diduga Terinfeksi Rabies

Keswan Kesmavet Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana melakukan penyisiran kontak dengan anjing liar di sekitar lokasi gigitan anjing liar

Bidang Keswan Kesmavet Dinas Kesehatan Jembrana
Elimansi anjing liar yang dilakukan Bidang Keswan Kesmavet Dinas Kesehatan Jembrana, Bali, beberapa hari lalu.  

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Lima orang warga Banjar Puseh, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, digigit anjing positif rabies.

Kasus gigitan terjadi selama beberapa waktu mulai 9 - 17 Mei 2020 lalu.

Dari hasil sampel otak anjing diketahui bahwa anjing positif rabies.

Atas hal ini, Keswan Kesmavet Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana melakukan penyisiran kontak dengan anjing liar di sekitar lokasi.

Kabid Keswan Kesmavet Dinas Kesehatan Jembrana, dr I Wayan Widarsa mengatakan, setelah ditemukannya kasus gigitan anjing positif rabies, pihaknya langsung melakukan tracking kontak terhadap anjing liar di sekitar lokasi kejadian.

Dari hasil penyisiran didapati target sekitar 15 anjing yang diduga tertular rabies.

"Setelah kasus dan hasil lab keluar langsung kami lakukan secara cepat. Pas Lebaran kemarin langsung kami lakukan eliminasi tertarget, untuk anjing liar dapat 15 ekor. Sedangkan vaksinasi emergency ada sekitar 25 ekor anjing. Kami juga lakukan kie terbatas door to door," ucapnya, Rabu (27/5/2020).

Menurut Widarsa, kasus di Tuwed ini merupakan kasus ketiga selama periode 2020.

Sedangkan kasus lainnya ialah di Banjar Tengah, Desa Mendoyo Dauh Tukad, yang merupakan kasus kedua.

Sedangkan, kasus pertama adalah kasus gigitan di Desa Sangkaragung, Kecamatan Jembrana.

Hingga saat ini ketersediaan vaksin dan var yang dimiliki Keswan Kesmavet Jembrana untuk antisipasi penyebaran rabies pada anjing masih mencukupi.

"Masih mencukupi untuk var hewan. Kasus ini merupakan kasus ketiga di 2020 ini," jelasnya.

Terjadi Beruntun, 5 Orang Warga Melaya Negara Digigit Anjing Rabies

Lima Warga Desa Tuwed Jembrana Digigit Anjing Positif Rabies

Kasus di Tuwed hampir sama dengan kasus pertama yang terjadi di Sangkar Agung Senin (17/2/2020) lalu.

Pihak Keswan Kesmavet melakukan pengambilan sampel otak anjing yang diketahui mati keesokan harinya atau pada Selasa (18/2/2020).

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved