Terendam Air Laut, Belasan Hektar Lahan Pertanian Warga Takmung Klungkung Terancam Gagal Panen

Ombak itu tidak hanya menerjang pesisir, namun juga merendam belasan hektar lahan pertanian warga.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Ombak tinggi yang menerjang pesisir Sidayu juga membuat lahan pertanian warga terendam air laut. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - I Wayan Sudiarta seketika berlari menjauhi pantai, ketika ombak tinggi menerjang pesisir Pantai Sidayu, Desa Takmung, Klungkung, Rabu (27/5/2020).

Ombak itu tidak hanya menerjang pesisir, namun juga merendam belasan hektar lahan pertanian warga.

Kondisi ini membuat petani setempat terancam gagal panen.

" Ombak tinggi ini sebenarnya sejak pagi, tapi makin siang makin besar. Padahal kemarin kondisk ombak sangat landai," ujar warga Dusun Sidayu, Desa Takmung, Klungkung  I Wayan Sudiarta.

Cek Kondisi Pospam Hingga PMI, Kapolresta Denpasar Sidak Bandara I Gusti Ngurah Rai

Seorang Pedagang Positif Covid-19 di Kelurahan Pemecutan, Keluarganya di 2 Gang Ini Isolasi Mandiri

Update Covid-19 di Buleleng: Tiga Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh & Sudah Dipulangkan

Ia menjelaskan, kondisi ombak tertinggi terjadi sekira pukul 13.00 Wita, atau setelah terjadinya gempa di Singaraja.

Ombak tinggi mencapai sekitar 6 meter disertai angin kencang, menerjang pesisir hingga air laut meluber sejauh 100 meter ke sisi utara pesisir pantai.

Kondisi ini membuat belasan hektar lahan pertanian di pesisir Sidayu hingga Lepang terendam air laut.

Padahal padi milik warga masih berusia 1 bulan. Belasan hektar lahan pertanian warga pun terancam gagal panen.

" Jika sudah terendam air laut, nanti padi itu akan menguning dan mati. Padahal padi petani disini masih rata-rata berusia 1 bulan," ungkap Sudiarta. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved