Breaking News:

Bos BPR Legian Didakwa UU Perbankan, Berstatus Tahanan Kota, Terancam 15 Tahun Penjara

Bos BPR Legian Didakwa UU Perbankan, Berstatus Tahanan Kota, Terancam 15 Tahun Penjara

Dok
Bos PT BPR Legian yang juga pemilik tempat hiburan malam Sky Garden, Titian Wilaras ditangkap Kejari Denpasar karena dugaan korupsi atau telah melanggar tindakan pidana Perbankan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Titian Wilaras (55) menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (28/5). Bos BPR Legian itu diadili terkait perkara tindak pidana perbankan.

Ia diduga menggunakan dana milik PT.

BPR Legian untuk kepentingan pribadinya dengan transaksi keseluruhan sekitar Rp 23,1 miliar. Titian sendiri adalah Pemegang Saham Pengendali (PSP) PT. BPR Legian.

Dalam dakwaan, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa terdakwa Titian dengan dakwaan tunggal Undang-Undang tentang Perbankan.

Terhadap dakwaan yang disampaikan tim jaksa, terdakwa kelahiran Medan 13 Mei 1965 tersebut, didampingi tim penasihat hukumnya enggan mengajukan keberatan (esksepsi).

Dengan tidak diajukannya eksepsi, majelis hakim pimpinan Angeliky Handajani Day menunda sidang.

Sidang akan kembali dilanjutkan pekan depan, mengagendakan pemeriksaan keterangan para saksi.

Sementara dalam surat dakwaan jaksa disebutkan, bahwa terdakwa yang tidak ditahan di sel dan penahanannya dialihkan menjadi tahanan kota ini, sebagai pemegang saham yang dengan sengaja menyuruh dewan komisaris, direksi atau pegawai bank untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan bank tidak melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan ketaatan bank terhadap ketentuan dalam Undang-Undang dan ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku bagi bank.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 50A Undang-Undang RI Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan," terang Jaksa Putu Gede Sugiartha didampingi Jaksa IB Putu Swadharma Diputra. Sebagaimana dakwaan, terdakwa terancam pidana penjara maksimal 15 tahun dan pidana denda Rp 200 miliar.

Pula diungkap dalam surat dakwaan perbuatan yang dilakukan terdakwa, bahwa selama periode Agustus 2017 hingga Oktober 2018 bertempat di BPR Legian di Jalan Gajah Mada Nomor 125 – 127 Denpasar, terdakwa selaku PSP sekaligus komisaris utama BPR Legian dengan sengaja memerintahkan komite yang terdiri dari saksi Indra Wijaya (Direktur Utama), saksi Ni Putu Dewi Wirastini (Direktur Kepatuhan), saksi I Gede Made Karyawan (Kepala Bisnis), saksi Andre Muliya (HR dan GA manajer), dan saksi Putu Ayu Junita Sari (supervisior operasional) untuk melakukan transfer atau setoran dana milik BPR Legian kepada terdakwa dan atau kepada pihak lain yang ditunjuk untuk kepentingan pribadi terdakwa.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved