Corona di Bali

Klungkung Perpanjang Masa Tanggap Darurat Corona Hingga 30 Juni 2020

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta kembali memperpanjang masa Tanggap Darurat Bencana Wabah Penyakit Virus Corona (Covid-19) satu bulan ke depan

Dok Klungkung
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta kembali memperpanjang masa Tanggap Darurat Bencana Wabah Penyakit akibat Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Klungkung satu bulan ke depan. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta kembali memperpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Wabah Penyakit akibat Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Klungkung satu bulan ke depan.

Perpanjangan tersebut sesuai hasil rapat Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kabupaten Klungkung yang digelar di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Klungkung, Bali, Jumat (29/5/2020).

Masa Tanggap Darurat Bencana Wabah Penyakit akibat Virus Corona (Covid-19) diperpanjang dimulai 1 Juni sampai dengan 30 Juni 2020.

Penetapan status ini berdasarkan sejumlah fakta diantaranya Klungkung dengan total 20 kasus positif Covid-19 (16 PMI dan 4 adalah transmisi lokal); selain itu 25 persen desa/kelurahan di Klungkung terpapar positif Covid-19, serta masih banyak daerah di sekitar Klungkung yang transmisi lokalnya terus mengalami peningkatan.

Dalam amanatnya, Bupati Suwirta perintahkan supaya kewajiban dalam masa tanggap darurat supaya dipercepat, termasuk juga kewajiban untuk menghadapi masa new normal, seperti pengadaan alat thermogun.

Selama pandemi Covid-19 seperti sekarang ini maka semua pengadaan kebutuhan masker, disinfektan dan hand sanitizer akan menjadi kebutuhan rutin.  

Kepada seluruh kepala OPD, Bupati Suwirta juga mengingatkan dalam menghadapi new normal, protokol kesehatan di masing-masing perkantoran, dinas ataupun instansi supaya tetap dilakukan.

Jam buka pasar belum akan dilonggarkan dan masih menggunakan sistem saat ini (buka mulai pukul 07.00-15.00 Wita).

Saat pemberlakuan new normal para pedagang dari luar daerah nantinya harus bisa menunjukkan surat hasil rapid test negatif.

Di bidang pendidikan, untuk menegakkan aturan physical distancing pada tahun ajaran baru nanti para siswa untuk tingkat SD dan SMP kemungkinan akan disekolahkan setengah-setengah.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved