Warga Sukasada Buleleng Kaitkan Pembongkaran Kuburan di Setra Panji dengan Hal Mistis

Kendati motif maupun pelaku dari aksi pembongkaran kuburan ini belum diketahui, masyarakat mulai mengkait-kaitkan kejadian ini dengan hal mistis

TRIBUN BALI/RATU AYU DESIANI
Kapolsek Sukasada, Kompol I Nyoman Landung, dikonfirmasi Minggu (17/3/2019) mengatakan, proses penyelidikan hilangnya Kadek Rifki dihentikan sementara. Kadek Rifki Dinyatakan Hilang 1,5 Bulan Lalu, Ini Penjelasan Polisi Belum Bisa Ungkap Fakta Sebenarnya 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Aparat kepolisian Sektor Sukasada, hingga saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kasus pembongkaran sebuah kuburan di Setra Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Kendati motif maupun pelaku dari aksi pembongkaran kuburan ini belum diketahui,  masyarakat mulai mengkait-kaitkan kejadian ini dengan hal mistis. 

Demikian diakui Perbekel Desa Panji, Mangku Made Ariawan. Mantan anggota DPRD Buleleng ini menyebut, masyarakat saat ini lebih mengarahkan kejadian pembongkaran kuburan ini ke hal mistis.

Seperti mencari pesugihan hingga menjalankan ilmu hitam.

Namun demikian, Ariawan berharap agar pihak kepolisian dapat segera mengungkap kebenaran dan kasus tersebut, untuk membuktikan apakah kuburan itu benar digali oleh seorang oknum, beserta motifnya, sehingga rumor yang beredar dimasyarakat dapat terbantahkan.

"Ya rumor di masyarakat lebih mengarah ke hal mistis dan banyak versi. Satu hari sebelum kejadian memang saya bersama beberapa satgas covid di desa, sempat menjumpai hal aneh.

Pada Selasa dinihari, kami melakukan ronda, dan mendegar suara gagak terbang dari arah selatan menuju dekat setra.

Itu sempat menimbulkan pertanyaan akan ada apa ini. Ternyata besoknya ada kejadian pembongkaran kuburan itu," tutur Ariawan.

Dengan adanya kejadian ini, Ariawan mengaku pihaknya bersama desa adat berencana akan melaksanakan paruman agung, untuk membahas kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya ini.

"Termasuk nanti untuk proses pengamanannya, akan kami rapatkan dulu bersama pihak desa adat, agar hal seperti ini tidak terjadi lagi," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved