Corona di Bali
Jangan Putus Asa Hadapi Covid-19, Ida Pandita Mpu Jaya Acharyananda: Semua Pasti Berlalu
Hampir tiga bulan belakangan ini, hampir semua manusia di pelosok dunia ini sedang dilanda pandemi Covid-19.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ady Sucipto
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Hampir tiga bulan belakangan ini, hampir semua manusia di pelosok dunia ini sedang dilanda pandemi Covid-19.
Pandemi ini membuat manusia seakan terpuruk dan membawa perubahan besar bagi kehidupannya.
Pemuka agama Hindu, Ida Pandita Mpu Jaya Acharyananda mengatakan dengan pandemi ini mengajak masyarakat melakukan renungan kontemplasi kembali ke dalam diri terhadap apa yang sudah dikerjakan dan apa yang disiapkan untuk menatap kehidupan baru atau new normal atau kondisi normal yang baru.
Ida mengatakan, dalam teks suci Agama Hindu disebutkan, alam merespon apa yang menjadi karma manusia baik itu karma pikiran, ucapan, maupun perbuatan.
"Bahkan jangankan dalam karma perbuatan, dalam benak saja sudah menghasilkan buah atau pahala, padahal belum dilakukan," kata Ida dalam acara Tribuners Peduli, Sabtu (30/5/2020) malam.
• SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Tribuners Peduli, Yuk Cek di Sini
• Kalau Harus Terapkan Kondisi New Normal, Daerah Mesti Penuhi 11 Kriteria Ini
• Berbagi Ditengah Pandemi Virus Corona, Indonesia Power Serahkan Paket Sembako kepada Pena NTT
Dalam Candogya Uphanisad juga disebutkan, alam semesta akan merefleksikan apa yang dipikirkan.
Ida juga mengatakan, munculnya Covid-19 ini pasti ada sebab dan tidak akan terjadi secara kebetulan.
"Seperti kita ketahui bersama apa yang kita terima adalah phala dari karma kita, sehingga ada sesuatu di dalamnya, karena di dalamnya ada tanggungjawab bersama dalam membenahi pemeliharaan alam semesta," katanya.
Ida juga mengajak semua untuk tidak putus asa dalam menyikapi pandemi Covid-19 ini, karena semua pasti akan berlalu.
"Karena dalam hidup ada 6 hal yang dijalani yakni kelahiran, tua, penyakit, duka, penderitaan dan dosa. Mungkin banyak yang kurang merenungi tentang penyakit," kata Ida.
Ida juga mengatakan ada hikmah dari apa yang terjadi termasuk pandemi Covid-19 ini.
Seperti halnya letusan Gunung Agung, walaupun menimbulkan korban, akan tetapi ada karunia melimpah yang diberikan kepada manusia yakni material.
Ida selaku sulinggih juga mengimbau masyarakat untuk membantu sesama yang membutuhkan dalam kondisi sekarang ini.
"Kalau dulu beryadnya (korban suci) sifatnya vertikal kepada Tuhan. Sekarang pahamilah konsep Tat Twam Asi, sekarang mari melayani sesama. Lihat Tuhan pada setiap orang yang kita bantu," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ida-pandita-mpu-jaya-acharya-nanda-saat-dijumpai-usai-menjadi-narasumber.jpg)