Mantan Bupati Klungkung Berpulang

Meninggal karena Stroke, Mantan Bupati Klungkung Ini Dikenal sebagai Sosok Kharismatik dan Tegas

Tjokorda Gede Agung merupakan Bupati Klungkung yang memimpin dari tahun 1983 sampai dengan 1993.

Istimewa
Foto Mantan Bupati Klungkung dr Tjokorda Gede Agung 

TRIBUN-BALI.COM - Mantan Bupati Klungkung dr Tjokorda Gde Agung tutup usia, Sabtu (30/5/2020).

Beliau mengembuskan napas terakhir, setelah 20 tahun melawan penyakit stroke yang dideritanya.

Ia meninggal di usia 79 tahun

Semasa hidup, dr Tjokorda Gde Agung dikenal sebagai pemimpin yang karismatik dan tegas.

Seperti yang diungkapkan mantan ajudannya yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kesbangpol Klungkung I Wayan Sujana.

Wayan Sujana mengaku menjadi ajudan dari almahum Tjokorda Gde Agung pada periode 1982 sampai 1985.

dr Tjokorda Gede Agung Adalah Sosok Dibalik Perubahan Nama Kota Klungkung Menjadi Semarapura

BREAKING NEWS - Mantan Bupati Klungkung ke-3 dr Tjokorda Gede Agung Meninggal Dunia

Monumen Perjuangan Bajra Sandi di Denpasar Perpanjang Penutupan Sementara Akibat Pandemi Covid-19

" Hubungan kami sangat dekat, bahkan saya sudah dianggap seperti anak sendiri," ujar Sujana, Sabtu (30/5/2020).

Menurutnya, dr Tjokorda Gde Agung merupakan sosok karismatik dan tegas. Namun ia tidak pernah marah dengan ajudan.

" Saya walau ajudannya, sama sekali tidak pernah dimarah," ungkap Sujana.

Tjokorda Gede Agung merupakan Bupati Klungkung yang memimpin dari tahun 1983 sampai dengan 1993.

Almahum meninggal dunia di kamar tidurnya di Puri Agung Klungkung sekira pukul 06.00 WITA.

Walikota Denpasar Terbitkan SE Bagi Warga Luar yang ke Denpasar, Ada 4 Point yang Harus Dipenuhi

Pekerja Konstruksi di Denpasar Diwajibkan Menggunakan APD di Masa Pandemi Covid-19

" Almahum sudah menderita stroke sejak tahun 2000 lalu, dan lima tahun ini sudah tidak bisa komunikasi dan hanya bisa tinggal di kamar tidur," ujar adik kandung dari almarhum, Ida Dalem Semara Putra.

Pada masa pemerintahan almarhum, nama Kota Klungkung diubah menjadi Semarapura di tahun 2020.

Beliau juga membangun Monumen Puputan Klungkung untuk mengenamg peristiwa heroik masyarakat Klungkung pada tahun 1908 silam. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved