Empat Pemuda Bobol SDN 2 Panji Anom Buleleng, Bawa Kabur Barang Senilai Rp 20 Juta

Empat pemuda asal Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, diciduk Unit Reskrim Polsek Sukasada karena membobol SDN 2 Panji Anom

Polsek Sukasada
Barang bukti pencurian di SDN 2 Panji Anom, Buleleng, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Empat pemuda asal Banjar Dinas Lebah Siung, Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, diciduk Unit Reskrim Polsek Sukasada pada Jumat (29/5/2020).

Mereka terbukti membobol SDN 2 Panji Anom, dan berhasil membawa kabur sejumlah barang berharga senilai Rp 20 juta.

Kapolsek Sukasada, Kompol I Nyoman Landung, Minggu (31/5/2020), mengatakan empat pelaku yang berhasil ditangkap itu ialah Ketut Doni Mahendra (19) bersama rekannya Putu Hary Sugi Wicaksana (19), Kadek Febru Susanta (17) dan AL (16).

Keempat pemuda ini, melakukan aksi pencurian di SDN 2 Panji Anom pada Sabtu (23/5/2020) dini hari, saat situasi sekolah sedang dalam keadaan sepi, karena seluruh siswa diinstruksikan untuk belajar secara online di rumah, untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 atau virus Corona.

Keempat pemuda itu berhasil masuk ke dalam ruang guru lewat jendela, lalu mengambil sebuah kunci lemari, tempat disimpannya barang inventaris sekolah.

Mereka kemudian membawa kabur dua set komputer, dua unit printer, satu unit LCD proyektor, dan tiga unit speaker aktif.

Aksi pencurian ini baru diketahui oleh penjaga sekolah pada pukul 08.00 Wita, dan langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Sukasada.

Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan, Unit Reskrim Polsek Sukasada akhirnya berhasil menangkap empat pelaku, di kediamannya masing-masing, Jumat (29/5/2020).

"Penangkapan dimulai dari tersangka AL. Kemudian ia mengaku telah mencuri di SDN 2 Panji Anom bersama tiga rekannya, hingga akhirnya kami berhasil menangkap tiga pelaku lainnya," jelas Kompol Landung.

Imbuh Kompol Landung, barang-barang hasil curian tersebut belum sempat dijual oleh para pelaku.

Namun demikian, akibat perbuatannya, keempat pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat (1) tentang pencurian dan pemberatan, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

"Barang-barang yang mereka curi itu digunakan untuk kebutuhan mereka sendiri. Aksi ini sudah sering mereka lakukan sejak bulan Maret. Namun baru disadari oleh penjaga sekolah pada 23 Mei 2020. Saat ini kami masih menyelidiki untuk mengetahui apakah ada TKP lain yang juga mereka bobol," tutur Kompol Landung.

(*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved