Gianyar Nihil Kematian Babi, Ini Kata Made Santiarka

Sejak masyarakat disibukkan dengan pandemi Covid-19, kematian babi justru berangsung-angsur hilang, dan bahkan sudah nihil per Minggu (31/5/2020) ini.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Foto: Seekor babi yang selamat dari wabah virus yang mematikan ratusan ekor babi di Kabupaten Gianyar, Minggu (31/5/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Kematian babi secara misterius sempat membuat panik, bahkan tidak sedikit peternak yang putus asa dan menjual babinya dalam nilai yang relatif murah, yakni Rp 12 ribu per kilogram, dari biasanya sekitar Rp 20 ribu ke atas.

Namun sejak masyarakat disibukkan dengan pandemi Covid-19, kematian babi justru berangsung-angsur hilang, dan bahkan sudah nihil per Minggu (31/5/2020) ini.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Fetrinier, Made Santiarka Minggu (31/5/2020) mengatakan, pihaknya sudah bisa sedikit bernapas lega.

Sebab sejak satu setengah bulan ini, tidak ada laporan babi yang mati mendadak.

Desa atau Kelurahan yang Menerapkan PKM di Denpasar Akan Dapat Bantuan, Ini yang Dibantu

Ramalan Zodiak Minggu Ini 31 Mei - 6 Juni 2020: Leo Menghabiskan Banyak Uang, Virgo Sedang Kasmaran

Satu Pasien Covid-19 di Banyuwangi Dinyatakan Sembuh

Nihilnya kematian babi ini, kata dia, bukan karena masyarakat di Kabupaten Gianyar, Bali, sudah tidak lagi beternak babi.

“Semua kabupaten nihil laporan kematian babi susfect ASF, termasuk Kabupaten Gianyar. Nihil sejak setengah bulan lalu, dan dua bulan lalu sudah mulai menurun laporan kematiannya,” ujar Sangtiarka.

Berdasarkan data Dinas Peternakan Gianyar, kasus kematian babi susfect ASF sudah menyerang babi di Gianyar, Bali, sejak Januari 2020.

Hingga kasus kematiannya mereda, total babi mati yang terdata sebanyak 404 ekor.

Selama wabah, Distanak Gianyar rutin terjun ke masyarakat, memberikan sosialisasi untuk menjaga kebersihan kandang.

Bahkan, para peternak juga disarankan melakukan protokol kebersihan di luar normal, yakni peternak terlebih dahulu harus mandi dan memakai pakaian steril sebelum kontak dengan babi untuk menjaga kesehatan babi.

“Total kematian babi di Gianyar 404 ekor. Mudah-mudahan tidak ada lagi kejadian seperti kemarin,” tandasnya.

Santiarka mengatakan, saat ini vaksin untuk mengindari kejadian tersebut belum ditemukan.

Sebagai upaya agar hal ini tidak terulang lagi, pihaknya menyarankan supaya peternak tetap menjaga kesehatan babi dan kandangnya.

“Untuk langkah antisipasi, biosecurity paling utama diperhatikan, dan kita masih menunggu vaksinnya biar tak terulang lagi,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved