Puing-puing Pasar Gianyar Laku Terjual Hampir Rp 1 Miliar

Setelah pemenang lelang membayar kewajiban administrasi atau membayar lunas nilai yang sudah ditetapkan itu, barulah pembongkaran bisa dilakukan.

Tribun Bali
Kondisi Pasar Tradisional Gianyar yang dalam proses pembongkaran, Minggu (31/5/2020). Bongkahan bangunan laku terjual hampir senilai satu miliar rupiah. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pemkab Gianyar belakangan memberlakukan kebijakan menjual puing-puing bangunan proyek pemerintah.

Untuk puing-puing Pasar Gianyar telah laku terjual dengan harga Rp 955 juta.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Gianyar, Ngakan Jati Ambarsika mengatakan, sebelum melakukan pembongkaran, terlebih dahulu dilakukan lelang.

Dari sejumlah peserta lelang, nilai tertinggi Rp 955 juta yang dinyatakan menjadi pemenang.

Setelah pemenang lelang membayar kewajiban administrasi atau membayar lunas nilai yang sudah ditetapkan itu, barulah pembongkaran bisa dilakukan.

“Ini yang sudah disepakti dan dibayar lunas, lalu uang Rp 955 juta itu masuk ke kas daerah,” ujarnya, Minggu (31/5/2020).

Luas Pasar Tradisional Gianyar mencapai satu hektare. Dalam renovasi ini, sebanyak 1.864 pedagang yang menggantungkan perekonomiannya di pasar ini harus direlokasi.

Terkait proses pembongkaran, sudah dimulai secara bertahap sejak 28 Mei 2020.

Sementara itu, untuk pembangunannya nanti, menggunakan APBN senilai 250 miliar.

Nominal ini adalah angka terbesar dalam sejarah proyek pemerintah di Gianyar.

Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengatakan, setiap pembongkaran bangunan kuno di Kabupaten Gianyar, tidak akan dibiarkan begitu saja.

Kata dia, bangunan-bangunan di Gianyar, memiliki keunikan. Ada banyak yang berminat untuk membelinya dengan nilai yang cukup mahal.

“Inilah keunikan Gianyar. Meskipun bangunannya sudah kuno, tapi memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Kita patut bersyukur pada leluhur kita yang mewarisi arsitektur yang bagus, serta bahan-bahan dasar bangunan, seperti kayu, dan sebagainya itu dulunya menggunakan bahan yang bagus.

Kalau saja dalam proses pembangunan awal tidak diperhitungkan secara matang oleh para leluhur, tentu bongkaran ini cuma hanya menjadi puing biasa,” ujarnya.

Sistem lelang bongkaran bangunan ini sudah dimulai saat pembongkaran Pasar Tradisional Sukawati, April 2019 lalu, di mana puing bangunannya laku dalam bursa lelang senilai Rp 321 juta. 

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved