Berita Banyuwangi

Satu Pasien Covid-19 di Banyuwangi Dinyatakan Sembuh

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi melaporkan adanya tambahan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh

Surya/Haorrahman
Foto: dr. Rio. Satu Pasien Covid-19 di Banyuwangi Dinyatakan Sembuh 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi melaporkan adanya tambahan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari infeksi virus Corona atau Covid-19.

Satu orang, yaitu Pasien 07 yang merupakan warga Kecamatan Siliragung, dinyatakan sembuh.

“Pasien tersebut sudah dilakukan uji swab yang kedua dan ketiga, hasilnya negatif semua. Dengan demikian, jumlah pasien yang sembuh di Banyuwangi ada dua orang dari total 9 kasus positif saat ini. Ada satu meninggal, dan enam lainnya dalam perawatan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi, dr Widji Lestariono, Minggu (31/5/2020).

Rio, sapaan akrabnya, mengatakan, Sabtu (30/5/2020), juga bertambah satu pasien positif terinfeksi virus Corona.

20 Ucapan Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020, Cocok untuk Media Sosial

Jadi Peluang bagi New Comer, Berikut Prediksi Perubahan Bisnis Kuliner di Era New Normal

Lensa Kontak Berwarna Luntur Viral, Bagaimana Cara Pemakaian yang Aman?

“Selain ada tambahan satu pasien sembuh, ada satu lagi yang positif. Sehingga total ada 9 pasien positif,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pasien terbaru atau pasien 09 tersebut adalah seorang tenaga kesehatan, yang juga memiliki kontak erat dengan pasien 03, yaitu seorang tenaga kesehatan dari klaster pelatihan petugas haji di Asrama Haji Surabaya.

Pasien 09 ini adalah salah seorang tenaga kesehatan yang mengikuti rapid test massal untuk tenaga kesehatan pada 19 Mei 2020. Pasien tersebut adalah satu dari 23 tenaga kesehatan yang saat itu hasil rapid test-nya reaktif.

"Kepada 23 tenaga medis ini, saat itu kita ambil swab untuk diuji di Surabaya. Hasilnya, ada satu yang dinyatakan positif sebagai pasien 09. Sedangkan 22 orang lainnya negatif," kata Rio.

Rio menambahkan, kondisi pasien 09 secara klinis baik, sehingga yang bersangkutan bisa dikatakan sebagai OTG (orang tanpa gejala).

"Meski begitu, kami isolasi pasien di RSUD Genteng. Kemudian akan terus dilakukan treatment, dan dalam waktu dekat kita uji swab lagi," kata Rio.

Dengan adanya tenaga kesehatan yang terpapar virus Corona, Rio meminta masyarakat untuk tidak terlalu khawatir berlebihan bila akan berobat ke fasilitas kesehatan.

Puskesmas maupun rumah sakit telah memiliki protokol keamanan kesehatan.

"Semua sudah menerapkan protokol penanganan pasien dengan baik. Kalau memang merasa perlu ke rumah sakit atau puskesmas, tetap datang saja. Tapi, yang terpenting saat ini, kita semua harus menjaga kesehatan tubuh agar tidak sakit," kata Rio. (*).

Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved