Corona di Bali

Siap Hadapi New Normal, Level 21 Berikan Relaksasi Pada Tenant

Mall Level 21 memang masih beroperasi, karena di Bali tidak diterapkan mekanisme Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Tribun Bali/Noviana Windri
Dua orang sedang memilih film yang akan ditonton di bioskop XXI di Level 21, Denpasar, Bali, Kamis (9/5/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – General Manager Level 21 Denpasar, Zenzen Guisi Halmis, mengatakan siap mengikuti era new normal dengan menyiapkan SOP ketat di mall. “Kami akan ikuti apapun imbauan dan perintah pemerintah,” jelasnya kepada Tribun Bali, Minggu (31/5/2020).

Mall Level 21 memang masih beroperasi, karena di Bali tidak diterapkan mekanisme Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun mall tetap beroperasi secara normal, dengan mematuhi aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah, melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan tepat, serta memperhatikan keamanan dan kenyamanan seluruh pengunjung, petugas dan karyawan tenant.

“Kami tetap beroperasi normal, guna dapat memenuhi kebutuhan warga Denpasar. Dan berangkat dari kondisi tersebut, Level 21 Mall tentunya memiliki tanggung jawab atas biaya - biaya yang harus dibayarkan, guna menjaga kelangsungan operasional mall,” tegasnya. Kewajiban atas biaya-biaya tersebut, kata dia, tetap harus dibayarkan dan tidak dapat dihindari.

Baik biaya pemakaian listrik, air, gas, maintenance gedung, gaji karyawan, biaya kebersihan, biaya kemananan, serta biaya-biaya lain mengingat ada beberapa tenant tetap menggunakannya baik kondisi buka maupun tutup dan harus dibayarkan kepada pihak ketiga. “Disisi lain, kami juga merasakan bersama bahwa kondisi pandemi ini masih terus berlanjut dan tentu berdampak pada setiap lini sektor ekonomi,” imbuhnya.

Termasuk ada beberapa tenant yang tutup di mall, karena kondisi meluasnya pandemi ini. Mulai April 2020 setidaknya 30 persen tenant di dalam mall tutup. Jam operasional pun berubah, kini hanya dari pukul 11.00 Wita hingga 21.00 Wita. Berubah dari sebelumnya, mulai buka pukul 10.00 Wita sampai 22.00 Wita. "Perubahan ini setelah Nyepi kemarin. Jam operasional juga sesuai imbauan pemerintah,” jelasnya.

Dari 30 persen tenant yang tutup, diantaranya seperti gym, fashion, food and beverage, wahana bermain, dan beberapa tenant lainnya termasuk bioskop. “Tenant kebutuhan sehari-hari, keperluan kesehatan dan medis tetap buka, supermarket juga buka untuk bahan pokok,” sebutnya. Hal ini berdampak pada penurunan kunjungan mall. Ia pun menganjurkan tenant untuk turut menggunakan program jalur belanja online, sehingga meminimalkan kontak fisik dengan pembeli.

Zee, sapaan akrabnya, memahai kondisi ini dan semua sektor sedang berjuang untuk bertahan. Oleh karena itu, manajemen mall turut membantu meringankan beban tenant,dengan mengeluarkan beberapa kebijakan relaksasi guna tetap membantu kelangsungan usaha. “Program relaksasi yang diberikan meliputi diskon biaya sewa, penundaan pembayaran, serta pembayaran bertahap yang telah dikomunikasikan dengan santun dan jelas kepada seluruh tenant melalui komunikasi per telepon, SMS, surat elektronik (e-mail), atau pertemuan tatap muka guna memastikan pesan tersampaikan dengan baik,” tegasnya.

Sebab, Level 21 Mall Denpasar selalu memposisikan setiap tenant sebagai business partner untuk bertumbuh dan berkembang bersama. Bahkan untuk penundaan pembayaran sewa bisa sampai akhir tahun, semuanya bisa dinegosiasikan dengan manajemen mall. “Begitu juga pembayaran bertahap sewa, bisa dicicil. Misal tenant kecil dia bayar sewa Rp 10 juta bisa sampai dengan 4 kali cicilannya,” jelas Zee.

Ia menyebutkan, memang ada tenant yang terkena dampak signifikan, dan ada tenant yang tetap ada penjualan sehingga semuanya sangat variatif. Ia pun melakukan upaya efisiensi, namun tanpa merumahkan atau mempehaka karyawan. “Pemasukan menurun jelas sudah pasti, tapi kami tidak menghitung untung dulu, intinya bertahan dulu. Selain itu, bagi kami yang terpenting saat ini adalah untuk tetap sehat, baik para pengunjung mall dan juga karyawan kami,” jelasnya.

Bahkan sebelum new normal pun, protokol pengecekan kesehatan di mall juga sudah ketat. Seperti pengecekan suhu tubuh, jadi pengunjung yang di atas 37,5 drajat tidak diizinkan masuk mall. Kemudian semua pengunjung wajib memakai masker, apabila tidak maka dilarang masuk sampai menggunakan masker. “Kami juga mengatur agar ada physical distancing di dalam mall, lift, eskalator. Serta menyediakan hand sanitizer,” ujarnya. (ask)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved