Jalanan Lengang, Tingkat Pelanggaran di Gianyar Tinggi

Situasi lalu lintas yang relatif lengang di Gianyar, Bali, tidak menurunkan tingkat pelanggaran

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Foto: Petugas Polantas Polres Ginyar saat memberikan teguran pada seorang pengendara, Senin (1/6/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sampai saat ini, sebagian besar masyarakat di Kabupaten Gianyar, Bali, masih memilih mengurangi aktivitasi di luar rumah.

Karena itu, sejumlah jalan raya yang biasanya ramai, menjadi sepi.

Seperti By Pass Dharma Giri, Desa Buruan Gianyar, Simpang Empat BRI Gianyar dan Simpang Empat Bukit Jati.

Namun, situasi lalu lintas yang relatif lengang ini tidak menurunkan tingkat pelanggaran.

Menu Dessert Nanti Malam, Resep Puding Buah Nata De Coco Enak dan Lembut, Yuk Coba Masak di Rumah!

Dokter Residen Tularkan Covid-19 ke Mertua dan Anak, Kembali Muncul Transmisi Lokal di Klungkung

Mengenal Antifa, Kelompok yang Dituduh Donald Trump Sebagai Provokator Kerusuhan di Amerika

Bahkan dalam operasi simpatik yang dilakukan Polantas Polres Gianyar, Senin (1/6/2020), pihak kepolisian mengelurkan 75 buah surat teguran untuk pengendara.

Sasaran dalam operasi ini, adalah pengendara yang tidak menggunakan helm ataupun tidak berstandar SNI.

Di luar pelanggaran tersebut, dari Januari hingga saat ini, tingkat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Gianyar juga masih relatif tinggi, yakni sebanyak 30 kasus.

Hal ini mencerminkan, lalu lintas lengang tidak menutup kemungkinan terjadinya bahaya.

Bahkan bisa disebut tingkat kecelakaan lebih tinggi, karena pengguna jalan lebih gampang kebut-kebutan, sehingga berdampak buruk bagi keselamatannya.

Kasubbag Humas Polres Gianyar, IPTU Ketut Suartnatha, SH membenarkan hal tersebut.

Kata dia, meskipun situasi lalu lintas relatif sepi, karena masyarakat memilih membatasi aktivitasnya di luar rumah, namun penjagaan yang dilakukan satuan polisi lalu lintas di wilayah hukum Polres Gianyar, tetap ketat.

Mengingat dalam kondisi seperti ini, justru rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Dalam mengantisiasi hal tersebut, polisi yang mengawasi sejumlah wilayah tidak segan-segan menghentikan laju kendaraan masyarakat, untuk memberikan imbauan dan teguran, jika terjadinya pelanggaran.

“Banyak ditemui pengendara yang tidak memakai helm dan helmnya tidak berstandar SNI, itu kalau kecelakaan nyawa bisa melayang. Pagi ini (Senin 1/6/2020), ada sebanyak 72 buah surat teguran kami layangkan bagi pelanggar. Tak hanya itu, petugas di lapangan juga menekankan masyarakat wajib memakai masker,” tandasnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved