Corona di Bali

Salah Paham Pembukaan Akses Pantai Sindhu Sanur, Bendesa Intaran Minta Tutup Lagi

Beredar video di media sosial terkait pembukaan akses ke pantai Sindhu yang dilakukan beberapa prajuru setempat, namun ternyata miskomunikasi.

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Suasana di Pantai Sindhu Sanur 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Senin (1/6/2020) pagi akses ke Pantai Sindhu Sanur, Denpasar, Bali, dibuka.

Beredar video di media sosial terkait pembukaan akses ke pantai tersebut yang dilakukan beberapa prajuru setempat.

Akan tetapi pembukaan pantai tersebut ternyata miskomunikasi.

Dikonfirmasi Bendesa Adat Intaran, AA Alit Kencana mengatakan, pembukaan akses ke pantai tersebut dikarenakan adanya miskomunikasi.

Apa Anda Bosan Selama Karantina di Rumah? Coba Baca 3 Novel Ringan dengan Alur Menarik & Seru Ini

Nilai-nilai Pancasila Menguatkan Karakter Kita di Tengah Pandemi Covid-19

Pensiun Per 1 Juni 2020, Tiga Jabatan Pimpinan Tinggi di Pemkab Karangasem Kosong

"Itu bukan dibuka. Ada miskomunikasi itu, bukan pantainya yang dibuka harusnya. Kemarin ada pertanyaan, punapi pedagange dados buka? (Bagaimana pedagangnya, boleh buka? Bukan pantainya yang dibuka," katanya.

Ia mengatakan, pedagang memang tak pernah ditutup.

Yang ditutup hanya akses pantai, di mana segela kegiatan rekreasi tidak diperbolehkan.

"Kalau pedagang kan tidak boleh ditutup, karena itu mata pencaharian mereka. Kalau ditutup saya harus tanggungjawab pada mereka," katanya.

Apalagi saat ini Desa Adat Intaran sedang menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

Terkait miskomunikasi ini, pihaknya telah menugaskan kembali pecalang Desa Adat Intaran untuk melakukan penutupan kembali.

"Saya sudah minta pecalang tutup lagi. Itu kelihang di sana salah paham," katanya. (*).

Penulis: Putu Supartika
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved