Corona di Bali

Bali Belum Buka Pariwisata Meski New Normal di Depan Mata, Guru Besar di Unud Beri Alasan Ini

Namun, tempat wisata di Bali hingga kini belum ada rencana untuk dibuka kembali, kenapa?

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Wisatawan menyaksikan fenomena gerombolan hiu di Pantai Peninsula Island The Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (23/8/2019). 

TRIBUN-BALI.COM - Penerapan tata kehidupan baru atau New Normal sudah mulai banyak diterapkan di beberapa daerah di Indonesia.

Salah satunya yakni di Malang yang sudah diterapkan sejak hari ini, Senin (1/6/2020) dengan membuka mal dan pusat perbelanjaan.

Selain itu, semua tempat wisata yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat juga sudah dibuka untuk umum.

Namun, tempat wisata di Bali hingga kini belum ada rencana untuk dibuka kembali, kenapa?

Bali ditetapkan menjadi pilot destination dalam penerapan program CHS (Cleanliness, Health dan Safety) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Penetapan itu dalam rangka meningkatkan kepercayaan wisatawan pasca pandemi virus corona (Covid-19) dan masa new normal.

Menurut Guru Besar Ilmu Pariwisata Universitas Udayana Bali, I Gede Pitana, Bali enggan terburu-buru karena memiliki berbagai penilaian kehati-hatian dalam memutuskan pariwisata kembali buka.

Pertama, Pitana mengatakan jika pariwisata Bali tengah menunggu keputusan Gubernur Bali Wayan Koster.

Ia mengungkapkan bahwa hingga kini Gubernur belum memutuskan karena perlu berhati-hati jika ingin membuka pariwisata.

"Gubernur sendiri selaku pemegang otoritas wilayah, belum memutuskan. Walaupun Gubernur sudah mendengar usulan kami," kata Pitana saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (30/5/2020).

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved