Breaking News:

Corona di Bali

Bali Belum Buka Pariwisata Meski New Normal di Depan Mata, Guru Besar di Unud Beri Alasan Ini

Namun, tempat wisata di Bali hingga kini belum ada rencana untuk dibuka kembali, kenapa?

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Wisatawan menyaksikan fenomena gerombolan hiu di Pantai Peninsula Island The Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (23/8/2019). 

Pitana sendiri mengaku sudah sering mengusulkan pembukaan kembali tempat wisata di Bali untuk menunjang ekonomi daerah saat New Normal sudah diterapkan.

Ia mengusulkan pariwisata Bali dibuka secara bertahap, mulai dari daerah yang tertutup dan tidak berisiko, diawali dari kawasan Bali Tourism Development Corporation (BTDC) Nusa Dua.

Seperti diketahui, kawasan ini terdiri dari kompleks hotel berbintang yang kerap dijadikan ajang konferensi atau pertemuan antar negara dan pemerintahan.

Kawasan ini juga terbilang aman dan mudah dalam pengawasan karena hanya ada beberapa pintu masuk ke kawasan.

"BTDC itu juga adalah all inclusive resort yang artinya turis ke sana mau ke panta ada, ke restoran ada, hotel ada, main golf ada, rumah sakit ada, spa ada, semua ada. Karenanya kalau kita buka itu, cukup menampung kehausan orang ke Bali," terangnya.

Nantinya, kawasan ini akan menjadi ujicoba dari Standar Operasional Prosedural (SOP) yang tengah disusun.

"Baru setelah satu dua minggu berjalan, dan berhasil, maka kita akan open obyek lainnya yang juga terkontrol," tambahnya.

Alasan kedua, Pitana menilai Bali tengah berhati-hati akan adanya gelombang kedua kasus Covid-19.

Hal ini juga berkaitan dengan alasan ketiga yaitu agar jangan sampai ketika pariwisata Bali dibuka, akan menimbulkan kritik, kata dia.

Oleh sebab itu, Pitana mengungkapkan, Bali saat ini sedang mematangkan terlebih dulu SOP, baru kemudian mengujicobanya.

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved