Corona di Bali

Penyeberangan ke Nusa Penida Kembali di Buka, Ini Persyaratan yang Harus Dipenuhi

Pemkab Klungkung kembali membuka akses transportasi boat cepat yang melayani penyeberangan penumpang ke Nusa Penida

Istimewa
Suasana di Pelabuhan Tribhuana Desa Kusamba, Klungkung, Rabu (3/6/2020). Penyedia jasa penyebrangan ke Nusa Penida tengah melakukan persiapan untuk kembali beroperasi. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pemkab Klungkung kembali membuka akses transportasi boat cepat yang melayani penyeberangan penumpang ke Nusa Penida, Klungkung, Bali.

Beberapa penyedia jasa penyebrangan pun saat ini sudah melakukan persiapan untuk kembali beroperasi.

"Penyeberangan sudah kami buka per 1 Juni ini. Hanya saja tetap dengan ketentuan sesuai dengan protokol penanggulangan Covid-19," ujar Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Rabu (3/6/2020).

Ia menjelaskan, meskipun telah beroperasi, namun tidak sembarang orang dapat melakukan penyeberangan ke Nusa Penida dan sebaliknya.

Jika tidak ber-KTP Klungkung, penumpang harus melampirkan surat tugas atau surat hasil rapid test yang menunjukan hasil non reaktif.

Pembahasan Belajar dari Rumah TVRI: Menceritakan Kembali Sejarah Berdirinya Museum Nasional

Kronologi Menghilangnya Speedboad di Perairan Maluku Tenggara yang Angkut Pemain Bola dan Suporter

5 Tips Mencegah Gangguan Penglihatan Pada Anak-anak Akibat Terlalu Lama Pakai Gadget

"Ini untuk mengantisipasi penyebaran transmisi lokal Covid-19," jelas Suwirta.

Ada juga beberapa ketentuan lain, seperti boat cepat harus mempertimbangkan physical distancing dengan mengangkut penumpang maksimal 50 persen dari kapastias boat.

Serta secara berkesinambungan melakukan disinfeksi serta menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer di setiap dermaga.

Sementara seorang pengusaha boat cepat yang berbasis di Pelabuhan Tri Bhuana Kusamba, I Made Sinta mengungkapkan, pihaknya saat ini telah melakukan berbagai persiapan untuk kembali beroperasi.

"Kami sedang persiapkan untuk kembali beroperasi. Karena ada berbagai hal yang harus kami siapkan, seperti tempat untuk mengecek suhu tubuh, tempat cuci tangan dan sebagainya," ungkap Made Sinta.

Perusahaanya yang selama sebulan ini tidak beroperasi karena pendemi Covid-19, juga tengah berkordinasi dengan Dishub, untuk memastikan siapa yang nanti bertugas untuk memeriksa kelengkapan administrasi penumpang serta kondisi kesehatan penumpang.

"Ini sistem baru, kita harus persiapan dan adaptasi dulu. Mungkin ini perlu juga beberapa kali simulasi. Kemungkinan nanti tanggal 5 atau 6 Juni baru kami bisa mulai efektif beroperasi, sambil menunggu perkembangan selanjutnya," jelas Made Sinta.(*).

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved