14 Pedagang Minta Maaf ke Bupati, Kepala Pasar Gianyar Sebut Tak Ada Intimidasi

Mereka akan mengosongkan toko lanjut mengambil undian untuk menempati pasar relokasi di Kelurahan Sampalangan.

Tribun Bali
Kondisi Pasar Tradisional Gianyar yang dalam proses pembongkaran, Minggu (31/5/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dinas Perindustrian dan Pergadangan (Disperindag) Gianyar akhirnya menuntaskan relokasi pedagang Pasar Umum Gianyar.

Sebanyak 14 orang pedagang yang sebelumya tidak mau pindah ke tempat relokasi kini telah bersedia pindah.

Dengan demikian, revitalisasi Pasar Umum Gianyar bisa dilakukan tanpa ada halangan dari pedagang lagi.

Beberapa hari lalu, para pegadang tersebut mendatangi Disperindag Gianyar.

Kedatangan mereka untuk meminta maaf serta menyatakan dukungan revitalisasi Pasar Umum Gianyar.

"Saat ini proses revitalisasi sudah tidak ada kedala dari pedagang. Revitalisasi pasar bisa berjalan lancar. Itu karena kesadaran dengan sendirinya setelah diberikan penjelasan oleh Pemkab melalui Disperindag," ujar Kepala Pasar Umum Gianyar, Nengah Artawa, Jumat (5/6/2020).

Nengah Arnawa mengatakan pedagang di toko sebelah selatan jalan yang sebelumnya tidak mau pindah kini sudah bersedia pindah tanpa ada paksaan atau intimidasi dari pihak manapun.

Kepala Disperindag Gianyar, Luh Gede Eka Suary mengatakan mereka bersedia pindah dengan kesadaran sendiri.

"14 toko di Jalan Ngurah Rai dengan sadar datang ke Disperindag untuk mengikuti program pemerintah revitalisasi Pasar Gianyar,” ujarnya.

Para pedagang tersebut juga meminta maaf pada Bupati Gianyar, Made Mahayastra serta aparat yang selama ini menginisiasi kegiatan.

“Mereka akan mengosongkan toko lanjut mengambil undian untuk menempati pasar relokasi di Kelurahan Sampalangan,” ujarnya.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved