Kadis DLHK Kota Denpasar Meninggal

17 Tahun Derita Diabetes, Sebelum Meninggal Ketut Wisada Sempat Pusing Hingga Tak Sadarkan Diri

Tutde sapaan akrabnya, mengakui saat pertemuan terakhir dengan sang ayah, tidak ada firasat apapun

Tribun Bali/M Firdian Sani
Suasana duka menyelimuti keluarga Putu Purwanti (istri I Ketut Wisada almarhum) di KMJ RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Jumat (5/6/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Keluarga besar Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar tengah berduka.

Pada Jumat (5/6/2020) pukul 08.03 Wita, Kadis DLHK Denpasar, I Ketut Wisada berpulang di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali.

Ditemui di KMJ RSUP Sanglah, keluarga I Ketut Wisada yaitu anak laki-laki almarhum, Ketut Gede Swara Siddhi Yatna tampak menahan tangis dan berusaha tegar menerima kenyataan.

Ia juga tampak sibuk mengurus keperluan sang ayah tercinta, beberapa kali ia terlihat mengangkat telepon dan mondar-mandir memasuki KMJ RSUP Sanglah untuk mengurus administrasi.

Keluarga dan kerabat satu persatu datang memberikan dukungan untuknya agar dikuatkan melawati cobaan.

BREAKING NEWS : Amor Ring Acintya, Kadis DLHK Kota Denpasar Meninggal Dunia Hari Ini

Tutde sapaan akrabnya, mengakui saat pertemuan terakhir dengan sang ayah, tidak ada firasat apapun karena memang almarhum rutin melakukan cuci darah ke rumah sakit.

"Memang Selasa pagi (2/6/2020) kemarin, sudah waktunya beliau cuci darah karena memiliki penyakit gagal ginjal dan diabetes. Cuci darahnya di Rumah Sakit Trijata Bhayangkara Denpasar," katanya.

Ketut Wisada memang diketahui memilki riwayat diabetes sejak 17 tahun lalu, dan mengalami gagal ginjal sejak 8 bulan belakangan.

Jenis Virus Corona di Indonesia Disebut Tak Masuk Kategori yang Ada di Dunia

Setelah cuci darah di RS Trijata Bhayangkara, almarhum mengeluh pusing dan selang beberapa saat pingsan, saat itulah almarhum dirujuk ke IGD RSUP Sanglah untuk mendapat perawatan lebih lanjut di Ruang ICU RSUP Sanglah.

"Setelah tidak sadarkan diri karena gula darahnya drop, dilarikan langsung ke RSUP Sanglah di ICU. Di RSUP Sanglah dirawat karena juga ada pecah pembuluh darah di otak," tuturnya.

Dengan kondisi yang tidak sadarkan diri selama empat hari menjalani masa perawatan, almarhum sesekali menunjukkan tanda-tanda membaik, namun sayang kondisinya kembali memburuk, dan Jumat (5/6/2020) pukul 08.03 Wita, Wisada mengembuskan napas terakhir.

Tutde merasa terpukul atas kepergian sang ayah tercinta, apalagi selama ini banyak memori indah bersama almarhum.

"Pokoknya sangat banyak memori sama beliau, saya tidak bisa bilang itu," katanya sambil menahan isak tangis mengenang kepergian ayahnya.

Tutde yang menjaga sang ayah selama perawatan di RSUP Sanglah, terlihat berusaha mengikhlaskan sang ayah yang pergi untuk selama-lamanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved