Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Hasil Tracking: Sepasang Suami Istri yang Berjualan di Pasar Badung Positif Covid-19

Pedagang ini diketahui positif dikarenakan hasil tracking terhadap seorang warga yang berjualan di rumahnya dan positif Covid-19.

Tayang:
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Petugas di pintu masuk Pasar Badung menyemprot disinfektan kepada setiap pengunjung, Jumat (27/3/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dua orang pedagang di Pasar Badung, Denpasar, Bali yang merupakan suami istri dinyatakan positif Covid-19.

Mereka tinggal di Kelurahan Penatih, Denpasar dan diketahui positif Covid-19 pada Jumat (5/6/2020) kemarin.

Pedagang lelaki tersebut berumur 54 tahun, sedangkan istrinya 48 tahun dan berjualan daging ayam di lantai I Pasar Badung.

Terkait hal tersebut, pedagang yang melakukan kontak langsung dengan pedagang tersebut akan di-rapid test, Sabtu (6/6/2020) pukul 14.00 Wita.

Update Covid-19 di Bali: Kasus Positif di Denpasar Tembus 117, Lalu Lintas di Jalan Meduri Dibatasi

Dirut Utama Perumda Pasar Sewakadharma Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata mengatakan, pedagang ini diketahui positif dikarenakan hasil tracking terhadap seorang warga yang berjualan di rumahnya dan positif Covid-19.

Dari penelurusan, pedagang ini sering berbelanja ke Pasar Badung.

"Kemudian kita lakukan tracking, cari dengan siapa berhubungan saat belanja ke Pasar Badung, kemudian kita lakukan tes, kerja sama dengan Dinas Kesehatan. Hasilnya ditemukan ada dua orang positif yakni pasangan suami istri yang berjualan di Pasar Badung," kata Kompyang.

Dikarenakan hal tersebut, pedagang yang berjualan dekat dengan kedua pedagang yang positif tersebut hari ini tak berjualan.

Kompyang mengatakan dari perhitungan radius 10 meter ke kiri dan ke kanan dari tempat berjualan pasien positif tersebut, terdapat 19 orang pedagang yang tak berjualan.

19 orang tersebutlah nantinya yang akan mengikuti rapid test.

Terkait hal tersebut Kompyang mengimbau masyarakat dan pedagang untuk tetap melakukan protokol kesehatan.

Jangan hanya saat ada petugas saja taat, namun harus terus taat selama berjualan.

"Jangan bengkung (keras kepala), harusnya dengan kasus ini pedagang mulai sadar dan tidak hanya waktu ada petugas saja ketat, saat tidak ada petugas pun harus ketat," katanya.

Sementara itu, pada Jumat (5/6/2020) kemarin, sebanyak 7 orang dinyatakan positif Covid-19.

Ketujuh orang yang dinyatakan positif tersebut diketahui tertular akibat transmisi lokal dengan riwayat datang dari daerah terjangkit di Bali.

Adapun secara detail pasien positif Covid-19 ini terdiri atas 5 orang perempuan yang masing-masing berdomisili di Kelurahan Peguyangan, Kelurahan Renon, Desa Sumerta Klod, Desa Tegal Kertha, dan Kelurahan Penatih.

Serta 2 orang laki-laki yang masing-masing berdomisili di Kelurahan Penatih dan Kelurahan Renon.

 "Kami baru saja mendapatkan laporan bahwa 7 orang dinyatakan positif Covid-19 di Kota Denpasar yang didominasi kasus transmisi lokal," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.

Ia kembali mewanti-wanti masyarakat untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan.

Peningkatan kasus akibat transmisi lokal ini tidak bisa dipandang sepele.

Melainkan memerlukan upaya disiplin dan sungguh-sugguh masyarakat.

 "Diperlukan kesadaran dan kedisiplinan yang tinggi semua elemen masyarakat dalam memutus mata rantai covid 19. Semua daerah di Bali dan luar Bali sudah terpapar covid 19, mari bersama sama kurangi perjalanan atau aktivitas di luar rumah dan kontak langsung dengan orang lain, karena kita tidak mengetahui siapa yang membawa virus atau tidak, untuk itulah diperlukan kesadaran, kejujuran dan disipilin yang tinggi semua pihak," kata Dewa Rai mengingatkan.

Melihat perkembangan kasus  ini Dewa Rai kembali mengingatkan bahwa kasus Covid-19 di Kota Denpasar belakangan ini  cendrung meningkat.

Selain kasus positif, keberadan Orang Tanpa Gejala (OTG) hasil tracking Tim Gugus Tugas Covid-19 bersama Desa/Lurah masih menjadi ancaman penularan baru untuk itu perlu  tetap meningkatkan kewaspadaan. 

Secara kumulatif Dewa Rai, menjelaskan kasus covid 19 di Kota Denpasar sebanyak 117 kasus positif.

Rincianya adalah 66 sembuh, 2 orang meninggal dunia, dan 49 orang masih dalam perawatan.

Hasil tracking tim gugus tugas di Kota Denpasar secara kumulatif terdapat status Orang Tanpa Gejala (OTG) 704 kasus, namun 359 dinyatakan sehat setelah isolasi mandiri, sehingga tersisa 345 OTG.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara akumulatif tercatat 299 kasus, namun sudah menjalani isolasi mandiri dan dinyatakan sehat sebanyak 264, sehingga masih tersisa 35 ODP.

Dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secara akumulatif sebanyak 79 kasus, namun 29 orang sudah dinyatakan negatif setelah menjalani Swab Test, sehingga tersisa 50 yang berstatus PDP.  (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved